Rabu, 17 September 2014

Bola / Liga Indonesia

"Ini Bukan Soal Pemain dari IPL atau ISL"

Jumat, 2 Maret 2012 | 12:11 WIB

RIFFA, KOMPAS.com - Tak hanya kinerja wasit Andre El Haddad yang menuai penilaian kontroversial dalam laga Bahrain dan Indonesia di babak kualifikasi Piala Dunia 2014 Zona Asia Grup E di Riffa, Bahrain, Rabu (29/2/2012). Permainan tim nasional besutan Aji Santoso itu juga menjadi perdebatan.

Di luar dugaan kecurangan wasit, banyak pihak menilai permainan Abdul Rahman dan kawan-kawan itu memang kalah jauh dari permainan Bahrain. Pola permainan yang buruk pun mulai dikait-kaitkan dengan pemilihan pemain yang hanya diseleksi dari klub-klub yang bermain di Indonesian Premier League (IPL), kompetisi yang diakui sah oleh PSSI.

Namun, Koordinator Timnas PSSI, Bob Hippy, menolak penilaian itu. Menurutnya, timnas sudah bermain dengan maksimal. Bahkan, Bob yang langsung menonton di Bahrain National Stadium di Riffa, Bahrain, menilai permainan timnas lebih baik daripada penampilan melawan Bahrain di Tanah Air.

"Bukan, enggak ada hubungannya (pemain ISL atau IPL). Hanya orang-orang bodoh yang ngomong demikian. Bukan soal itu. Terbukti permainan mereka jauh lebih baik dari Jakarta. Cuma karena ditekan oleh wasit, jadi demikian. Saya bukan mencari-cari alasan," katanya kepada Kompas.com, kemarin.

Tim yang dibawa oleh PSSI ke Bahrain merupakan timnas bentukan baru yang terdiri dari pemain-pemain dari klub-klub yang hanya berlaga di IPL, yaitu Semen Padang, PSM Makassar, Persija, Persiba Bantul, Arema, Persibo, Persebaya, Madiun Putra FC, dan Persema.

Abdul Rahman, bek Semen Padang, yang ditunjuk sebagai kapten mengakui, waktu latihan sebelum berangkat ke Bahrain cukup minim.

"Kita kalah segala-galanya, tadi tidak ada yang salah dari pertandingan. Kita baru satu minggu kumpul, dan itu pun banyak yang pulang waktu klubnya main. Jadi kita tidak bisa berbuat banyak," ujar Abdul dalam keterangan pers yang dikirim media officer timnas, kemarin.


Permainan timnas bagus


Bob mengaku sedih melihat penampilan timnas yang tidak seimbang karena hanya bermain dengan 10 pemain karena kiper Samsidar diganjar kartu merah di menit-menit awal pertandingan. Namun, pada dasarnya, Bob menilai kontrol bola timnas jauh lebih baik daripada permainan mereka sebelumnya.

Hanya saja, keputusan wasit yang dinilai merugikan Indonesia menekan timnas sehingga tak dapat meraih target kemenangan.

"Anak-anak main bagus sekali, tapi ditekan oleh wasit dan mental mereka hancur. Bayangkan empat penalti dan pelatih diusir tapi tak ada kartu merah. Yang aneh-aneh terjadi, mereka menekan kita begitu rupa dan kasihan anak-anak," tuturnya.

Atas kinerja wasit itu, PSSI telah melayangkan protes ke federasi sepak bola dunia (FIFA) yang segera ditindaklanjuti. FIFA menyatakan segera melakukan investigasi karena juga mencurigainya. Dalam enam pertemuan terakhir, Bahrain tak pernah menang lebih dari dua gol.


Editor : Caroline Damanik