Kamis, 23 Mei 2013
Selamat Datang   |      |  
Dilarang, Arema IPL Tetap akan Pakai Gajayana
Penulis: Yatimul Ainun | Sabtu, 25 Februari 2012 | 00:25 WIB
|
Share:
Yatimul Ainun
Puluhan Aremania bertemu dengan Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Malang di aula DPRD Kota Malang, Jumat (24/2/2012), untuk meminta kepastian izin penggunaan Stadion Gajayana. Stadion itu akan digunakan untuk pertandingan Arema versus Persijap Jepara dalam duel lanjutan Indonesian Premier League, Minggu (26/2/2012).

MALANG,KOMPAS.com - Hingga Jumat (24/2/2012) malam, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Malang, tetap tak mengeluarkan izin penggunaan Stadion Gajayana untuk pertandingan Arema IPL melawan Persijap Jepara, Minggu (26/2/2012). Namun, pihak manajemen Arema akan tetap memaksa menggunakanstadion milik Pemkot Malang itu.

"Kami tetap fokus dan menyiapkan pertandingan di Stadion Gajayana, Minggu (26/2/2012), karena hanya Kadispora saja yang melarang kami," tegas Legal PT Arema Indonesia, Soesanto, Jumat (24/2/2012) malam kepada Kompas.com.

Landasan manajemen Arema, jelas pria yang karib disapa Anton itu, adalah surat dari LPIS yang menetapkan pertandingan Arema versus Persijap di Stadion Gajayana. "Begitu juga polisi sudah memperbolehkan," katanya.

Susanto juga menegaskan, pihaknya siap memberikan deposito sejumlah uang untuk jaminan bila pihak pengelola Gajayana mengkhawatirkan terjadi kerusakan saat laga Arema melawan Persijap. "Kami siap memberikan jaminan uang deposito kalau pengelola stadion khawatir ada kerusakan nantinya. Karena saya yakin tak akan ada apa-apa. Akan tetap aman. Terbukti saat akan lawan Bontang FC. Walau batal tetap aman. Kalaupun ada kerusakan, kami siap ganti rugi," kata Anton.

Anton menegaskan, pelarangan menggunakan Stadion Gajayana adalah murni campur tangan Wali Kota Malang, Peni Suparto. "Pelarangan ini sudah tak pakai logika. Makanya, pelarangan itu harus dilawan," tegasnya bernada tinggi, saat ditemui di depan Stadion Gajayana.

Kalau pakai logika dan pikiran sehat, jelas Anton, akan melihat bahwa LPIS sudah memberikan izin pertandingan dan memakai Stadion Gajayana. "Soal konflik Arema itu bukan urusan LPIS dan PSSI. PSSI hanya bertugas mengesahkan bahwa Arema adalah peserta kompetisi, dan LPIS mengatur jalannya kompetisi," katanya.

Konflik harus diselesaikan di level internal Arema. "Kalau M Nur tetap mengaku pemilik Arema, ya harus menempuh jalur hukum, karena secara de facto dan secara de jure kami (PT Ancora) yang punya. Kalau M Nur mau menuntut, ya silakan melalui jalur hukum, bukan dengan cara menghalangi jalannya pertandingan tim," tegas Anton.

Sementara itu, hingga Jumat (24/2/2012) malam, puluhan Aremania masih menduduki Stadion Gajayana, terutama di depan kantor Dispora Kota Malang yang ruangnnya berada di dalam Stadion Gajayana. Puluhan Aremania menduduki depan pintu kantor Kepala Dispora yang di dalamnya ada Subari. Ia tak bersedia keluar menemui Aremania.

"Kalau tak ada kepastian, dilarang atau tidak, kami akan tetap menunggu di depan kantor Dispora. Kami menunggu surat izin menggunakan atau surat pelarangan. Kalaupun dilarang harus ada surat tertulis secara resmi," kata Dwi Santoso, juru bicara Aremania Malang Raya.

Media Officer Arema Indoensia, Noor Ramdhan, menambahkan, pihaknya menduduki Stadion Gajayana hingga malam, karena menunggu surat pelarangan dari Dispora. "Kalau sudah ada surat pelarangan, kami akan sampaikan ke LPIS, bahwa pertandingan dilarang digelar di Gajayana," katanya.

Hingga berita ini ditulis, surat pelarangan dari Dispora tak juga dikeluarkan. "Tapi, kita tetap akan menggelar pertandingan lawan Persijap di Stadion Gajayana. Apa pun yang terjadi, kita akan pakai Gajayana," tegas pria yang akrab disapa Nunun itu.

Sementara, Kepala Dispora Kota Malang, Subari, hingga berita ini ditulis, tak juga bisa ditemui. Saat dihubungi, ponselnya sedang tidak aktif. Namun, saat menemui Aremania di kantor DPRD Kota Malang, Jumat (24/2/2012) pagi, pelarangan penggunaan Stadion Gajayana atas perintah Wali Kota Malang, Peni Suparto.

Editor : Hery Prasetyo