


MALANG, KOMPAS.com — Polemik di intern Arema Indonesia semakin tajam. Belum lagi polemik pengangkatan Subur Triyono sebagai Ketua Panpel Arema yang ditolak oleh manajemen beres, kini Ketua Yayasan Arema, Muhammad Nur, merestui Wali Kota Malang, Peni Suparto, menjadi Penanggung Jawab Yayasan Arema Indonesia.
Peni mengaku kepada Kompas.com bahwa dirinya telah dipercaya sebagai Penanggung Jawab Yayasan Arema. Dia mengatakan, dirinya baru saja resmi ditunjuk untuk mengisi posisi itu.
"Sejak Kamis (9/2/2012) malam, saya resmi ditunjuk sebagai Penanggung Jawab Yayasan Arema IPL. Kepercayaan ini akan saya jalankan dengan baik," tegas politisi senior dari PDI Perjuangan itu saat dihubungi melalui ponselnya, Jumat (10/2/2012).
Peni mengaku diangkat menjadi Penanggung Jawab Yayasan Arema bertemu dengan M Nur di sebuah hotel di Jakarta. Dalam pertemuan itu, hadir pula mantan Direktur PT Arema Indonesia, Siti Nurzanah; pemilik perusahaan Medco Grup, Arifin Panigoro; Chief Executive Officer PT Liga Prima Indonesia Sportindo, Widjajanto; dan Ketua Komisi Disiplin PSSI, Bernhard Limbong.
"Dalam pertemuan itu, saya diminta untuk menjadi Penanggung Jawab Yayasan Arema. Itu disaksikan Pak Arifin dan Pak Limbong, juga Pak Widjajanto. Dipercaya penanggung jawab itu untuk menyelesaikan konflik di Arema saat ini," akunya.
Tanggung jawab itu, lanjutnya, akan dijalankannya dengan baik. Peni berjanji akan segera mengembalikan Arema menjadi tim yang kuat sehingga mampu meraih puncak kejayaan seperti pada musim-musim kompetisi sebelumnya.
Jika Arema bisa kembali menjadi juara, Peni mengatakan, kondisi Malang akan menjadi kondusif. Pasalnya, konflik yang tak kunjung selesai bisa memicu kembali konflik antarsuporter.
"Kalau malang tak kondusif, investor tak akan masuk ke Malang. Tapi kalau kondusif, akan banyak investor baru masuk Malang," katanya.
Milo dan pemain diajak pulang
Langkah pertama yang akan dilakukannya adalah mengembalikan Milomir Seslija sebagai Pelatih Arema. Sebelumnya, Milo dikeluarkan oleh pihak manajemen Arema dan diganti oleh Dejan Antonic. Dia juga mengaku sudah berbicara dengan Along dan pemain lainnya yang pernah memundurkan diri dari Arema.
Diberitakan sebelumnya, sebanyak 11 pemain mengaku sudah mengundurkan diri dari Arema. Namun, yang resmi menyampaikan pengunduran diri melalui surat hanya tujuh pemain. Salah satunya adalah pemain asing asal Singapura, Noh Alam Shah alias Along.
"Setelah saya pulang dari Jakarta, saya akan mengumpulkan seluruh pemain. Along dan pemain lainnya. Selain itu, Milo untuk kembali melatih Arema. Tim yang asli Arema akan disatukan lagi kalau mereka mau. Yang jelas tim Milo yang asli pemain Arema," tegasnya.
Manajemen tak mengakui
Peni sudah terlihat berupaya mengambil alih tim berjuluk "Singo Edan" itu sejak pertengahan Januari 2012 lalu bersama dukungan beberapa pentolan Aremania, dan kini terwujud. Dia adalah Ketua Persema Malang yang juga dipercaya sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Pengurus Provinsi PSSI Jawa Timur. Selain itu, Peni pun meminta para suporter fanatik Arema, Aremania, untuk bersatu mendukung klub yang berlaga di Indonesian Premier League (IPL) ini meski tengah berada di mana pun.
Sementara di tempat yang berbeda, Soesanto, bagian Legal PT Arema Indonesia, menyatakan tak ambil pusing dengan pengakuan Peni. Menurutnya, sampai detik ini, manajemen Arema yang kini dikelola oleh PT Ancora tidak berubah sikap.
"Tapi menurut saya, itu hanya klaim saja. Kalau menyatakan take over Arema, akan beda persoalannya," katanya.
"Jika dikabarkan pergi, kita tegas memastikan bahwa itu adalah kebohongan publik yang menyesatkan," tegasnya kemudian.

