Minggu, 27 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Ini yang Jadi Ambisi De Gea
Caroline Damanik | Rabu, 08 Februari 2012 | 15:06 WIB
|
Share:
AFP/GLYN KIRK
Kiper David De Gea salah satu pemain Manchester United yang menggunakan lensa kontak.

MANCHESTER, KOMPAS.com - Di tengah kritikan terhadap penampilannya belakangan ini, kiper Manchester United, David De Gea, mengungkapkan ambisinya untuk menjadi kiper legendaris "The Red Devils". Dia ingin mengabdi pada MU di sisa kariernya.

De Gea mengacu pada sosok kiper legendaris Mu, Peter Schmeichel. Menurutnya, kiper asal Denmark itu malah sudah menjadi panutan bagi kiper mana pun.

"Saya punya niat menghabiskan bertahun-tahun di Manchester United. Saya ingin berusaha menjadi kiper United yang hebat dan layak dihormati. Saya ingin membantu United mengukir sejarah," katanya seperti dikutip oleh The Sun.

De Gea ditransfer dengan nilai 18,3 juta poundsterling atau Rp 261,6 miliar pada musim lalu dari Atletico Madrid. Sejak pindah ke Old Trafford, penampilannya dinilai masih meragukan dan belum stabil.


'Hangat-hangat tahi ayam'

Banyak kesalahan yang dilakukan De Gea belakangan ini, yang terakhir yaitu dalam kekalahan MU dari Liverpool di Piala FA, Sabtu (28/1/2012), dan di Basel ketika United tersingkir dari Liga Champions, Desember lalu.

Namun demikian, sejumlah penyelamatan gemilang juga dilakukannya. Contohnya, lompatan yang luar biasa untuk menghentikan Ramires dalam kemenangan 3-1 atas Chelsea, September lalu.

Sementara itu, saat melawan Newcastle di Old Trafford, November lalu, dia melakukan sebuah penyelamatan yang dinilai luar biasa oleh manajer Newcastle, Alan Pardew. Dalam pertandingan yang berakhir imbang 1-1 itu, De Gea berhasil menepis tendangan voli Fabricio Coloccini. Terakhir, penyelamatan menakjubkan dilakukannya terhadap tendangan bebas Juan Mata di Stamford Bridge, hari Minggu lalu.


Perlu dibuktikan

Penampilannya yang tak konsisten membuatnya sempat ditarik oleh pelatih Sir Alex Ferguson, bulan lalu, dan posisinya digantikan oleh kiper asal Denmark, Andres Lindegaard, yang dinilai lebih kaya pengalaman.

De Gea mengaku, terus berupaya untuk memperbaiki diri. Sejak tiba di Inggris, pemain asal Spanyol ini memang harus beradaptasi dengan gaya sepak bola Inggris yang berbeda dengan di Spanyol. Menurutnya, gaya permainan MU menunjukkan gaya sepak bola Inggris.

Kematangannya dalam bermain pun ditunggu. Cedera pergelangan kaki yang mengharuskan Lindegaard istirahat selama satu bulan penuh memberikan kepadanya kesempatan untuk membuktikan diri. De Gea menyadari, ini akan menjadi tantangan yang berat.

"Mari hadapi saja. Semua kiper membuat kesalahan sekali-sekali dan tidak satupun dari kita suka ketika melakukannya.Kesalahan terjadi tapi saya menjadi lebih percaya diri," ungkap kekasih penyanyi pop, Edurne, ini.