Minggu, 27 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Piala Afrika
Zambia dan Mali Siapkan Kejutan
Gatot Widakdo | Nasru Alam Aziz | Rabu, 08 Februari 2012 | 00:13 WIB
|
Share:
AFP/ISSOUF SANOGO
Para pemain Mali merayakan sukses mereka melangkah ke final Piala Afrika 2012, setelah mengalahkan Gabon 5-4 lewat adu penalti di babak perempat final, Minggu atau Senin (6/2/2012) dini hari WIB.

LIBERVILLE, KOMPAS.com -- Tampil sebagai tim underdog, Zambia dan Mali bertekad membuat kejutan pada laga semifinal Piala Afrika, Rabu (8/2/2012). Zambia akan menantang tiga kali juara Piala Afrika Ghana, sedangkan Mali akan menghadapi Pantai Gading.

Dari segi materi pemain, Zambia maupun Mali masih kalah kelas dibanding lawan-lawannya. Namun, kondisi ini justru memotivasi kedua tim untuk membuat kejutan.

Pelatih Zambia Herve Renard dengan rendah hati mengatakan bahwa Ghana merupakan tim paling favorit meraih Piala Afrika 2012. "Mereka merupakan tim terbaik di Afrika dalam kurun waktu yang lama dan selalu masuk ke babak semifinal Piala Dunia," kata Renard yang pernah menjadi asisten pelatih, ketika Ghana menjadi semifinalis di Piala Afrika empat tahun lalu.

"Kami membutuhkan keajaiban untuk menumbangkannya di Bata," ujarnya, Selasa (7/2/2012).

Zambia masuk ke semifinal Piala Afrika untuk pertama kali sejak 1996 setelah menyudahi Sudan dengan skor 3-0. "Tidak ada beban lagi bagi kami. Kini kami berharap untuk mencapai babak final. Kami akan mempersiapkan segalanya untuk pertandingan itu," kata Herve Renard.

Pertandingan penentu pada Minggu (12/2/2012) akan menjadi penting bagi tim yang dijuluki Peluru Tembaga tersebut, karena berlangsung di kandang Ghabon, tempat jatuhnya pesawat yang mengangkut 30 pemain Zambia pada 1993.

"Bayangkan jika kami dapat mengangkat trofi kemenangan di Libreville. Tentu itu akan menjadi cara yang luar biasa untuk mengenang mereka yang berkorban demi Tanah Air kami tercinta," tambah Renard.

Sementara itu, pelatih Mali, Alain Giresse, sangat yakin anak asuhnya bisa menjinakkan Pantai Gading. Bekas gelandang serang Prancis ini tak peduli dengan kehebatan tim dengan julukan "Brasil Afrika" dan diperkuat oleh pemain-pemain top yang merumput di Eropa, termasuk bomber Didier Drogba.

"Ini sebuah permainan. Memang dalam laga nanti kami harus hati-hati, tetapi sesungguhnya ini sebuah tantangan buat kami," ujarnya kepada wartawan menjelang pertandingan di Libreville. "Kami akan bermain dengan tempo pelan, selanjutnya memanfaatkan semua peluang yang ada. Kami tidak akan terburu-buru menjalani laga ini dan berusaha mengimbangi mereka di setiap lini lapangan," tambah Giresse.

Langkah Mali menuju babak semifinal sedikit berliku sebelum menaklukkan Gabon dengan skor 5-4 dalam drama adu penalti di Stadion Libreville. Sementara Pantai Gading lebih meyakinkan setelah menghabisi tuan rumah Giunea-Ekuatorial dengan angka mencolok 3-0.

Kapten Pantai Gading Didier Drogba memuji rekan satu timnya yang telah menampilkan permainan penuh karakter. Dalam pertandingan yang dimenangi Pantai Gading dengan skor 3-0 itu, striker berusia 33 tahun ini mencetak dua gol.

Gol Pantai Gading lainnya dicetak Yaya Toure sekaligus membuka peluang The Elephants meraih trofi Piala Afrika untuk kedua kalinya dalam sejarah persepakbolaan mereka. Momentum terbaik Drogba mengatakan, setelah 20 tahun Pantai Gading tak pernah meraih gelar juara, sekarang adalah momentum terbaik untuk mengakhiri kekeringan gelar yang dihadapi negaranya itu.

"Rekan setim saya selalu memberikan dorongan dan sangat mendukung saya," kata Drogba. "Saya harus kembali dalam permainan dan saya berutang kepada mereka untuk gol-gol saya," tambahnya. "Saya senang melakukannya untuk mereka dan saya bangga dengan rekan setimnya saya," ujarnya.

"Pada tahun 2006, kami kalah di partai final dan pada tahun 2008, kami mencetak banyak gol tetapi gagal mencapai partai puncak. Di sini, kami telah menunjukkan karakter," tutur Drogba.

 

Sumber :
AFP/Reuters