Minggu, 27 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Asosiasi Sepak Bola Malaysia Hukum Pemain dan Pelatih Nakal
Caroline Damanik | Senin, 06 Februari 2012 | 12:55 WIB
|
Share:
situs resmi FAM
Persatuan Bola Sepak Malaysia (FAM)

KUALA LUMPUR, KOMPAS.com — Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM) menjatuhkan sanksi kepada para pemain dan pelatih dari Negeri Sembilan yang dinilai terlibat dalam pengaturan pertandingan. Sekitar 18 pemain muda dijatuhi sanksi larangan bermain selama 2-5 tahun, sedangkan mantan pelatihnya dilarang melatih seumur hidup.

Keputusan ini dikeluarkan oleh Komite Disiplin dan disahkan oleh Komite Eksekutif FAM di Kuala Lumpur, Sabtu (4/2/2012). Masing-masing enam pemain dari tim Negeri Sembilan 2011, T-Team, dan skuad U-21 Muar Municipal Council untuk Piala Presiden terbukti terlibat dalam pengaturan pertandingan.

Namun, FAM belum akan mengumumkan nama-nama pemain dan pelatih tersebut. Nama-nama akan diumumkan segera setelah dokumen yang diperlukan diedarkan ke semua afiliasi negara dan klub.

Deputi Presiden FAM, Tengku Abdullah Sultan Ahmad Shah, mengatakan, penyuapan dalam sepak bola adalah persoalan serius dan asosiasi tak akan berhenti mencari para pemain, pelatih, atau pejabat yang terlibat dengan bantuan aparat.

"Ini membuktikan bahwa kita serius memerangi pengaturan pertandingan. Biarlah ini menjadi pelajaran bagi semua, pelatih pemain dan ofisial yang terlibat," kata Tengku Abdullah seusai memimpin pertemuan komite eksekutif, seperti dikutip dari situs resmi FAM.

Tengku Abdullah mengatakan, komite pemeriksaan, transparansi, dan pemantauan yang dipimpin oleh mantan menteri, Tan Sri Aseh Che, dan terdiri dari anggota independen FAM dan afiliasinya, polisi dan Anti-Korupsi Malaysia Commission (MACC), akan diberikan kewenangan yang luas untuk menindak mereka yang diduga terlibat dalam kecurangan ini.

"Di masa depan, komite akan memberikan nama-nama pemain, pelatih, dan pejabat yang ditemukan terlibat dalam kegiatan yang tidak diinginkan oleh polisi atau MACC. Mereka dapat mencoret pemain dan menolak lisensi untuk bermain. Demikian pula dengan para pejabat yang terlibat," ungkapnya.

"Saya berharap setiap orang memandang sepak bola dengan serius dan hanya mereka yang tulus dalam bersaing dan mengembangkan olahraga di Malaysia diberi kesempatan untuk terlibat dalam sepak bola," lanjutnya kemudian.