Minggu, 27 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Pita Hitam untuk Tragedi Mesir
Caroline Damanik | Senin, 06 Februari 2012 | 12:27 WIB
|
Share:
AFP
Ratusan pendukung Al Masry turun ke lapangan dan menyerang pendukung Al Ahly pada pertandingan Liga Mesir, Rabu (1/2/2012) waktu setempat. Akibat kerusuhan ini, 74 orang tewas dan ribuan lainya luka-luka.

KOMPAS.com - Tragedi sepak bola di Mesir, di luar polemik politik di belakangnya, mengundang empati dari seluruh dunia. Sejumlah tim yang bermain di berbagai kompetisi di belahan dunia menunjukkan duka yang mendalam dengan mengenakan pita hitam di lengan untuk 74 korban yang tewas dalam kerusuhan usai laga Al-Ahly versus Al-Masry di Port Said, Mesir, Rabu (1/2/2012).

Di Indonesia, para pemain Arema Indonesia dan Persiba Bantul yang akan berhadapan dalam lanjutan Indonesian Premier League (IPL) mengenakan pita hitam dalam laga di Stadion Gajayana Malang, Minggu (5/2/2012).
Imbauan ini disampaikan oleh PT Liga Prima Indonesia Sportindo (PT LPIS) kepada seluruh tim yang berlaga dalam pekan ini. Noor berharap pemain dan suporter Indonesia juga terus belajar untuk mengembangkan budaya sepak bola tanpa kekerasan.

"Sesuai dengan misi LPIS untuk mengembangkan sepak bola tanpa kekerasan, maka seluruh tim LPI yang bertanding dalam pekan ini, diimbau menggunakan pita hitam di lengan kanan pemainnya," katanya seperti dilansir oleh Antara.

Semangat senada juga dipahami oleh tim Persiba Bantul. Staf media Persiba, Iqbal, mengatakan, tanda belasungkawa ini tak hanya mendorong para pemain, tapi juga para suporter Persiba.

"Kemungkinan suporter kita juga akan datang ke Malang, dan mudah-mudahan pita hitam yang dikenakan pemain bisa menginspirasi sebagai pengembangan sepak bola tanpa kekerasan," ungkapnya.


Afrika berduka

Bentuk belasungkawa dengan pita hitam di lengan juga diterapkan oleh para pemain tim nasional negara-negara di Afrika yang tengah berlaga dalam laga Piala Afrika 2012. Sudan dan Zambia yang berhadapan pertandingan perempat final Piala Afrika di Estadio de Bata, Sabtu lalu, mengenakan pita hitam.

Sebelum kick-off, AFP mencatat semua pemain, tim ofisial, panitia, dan suporter bersama-sama mengheningkan cipta. Bendera konfederasi sepak bola Afrika (CAF) juga dikibarkan setengah tiang.

AP juga melaporkan Tunisia juga telah meminta izin untuk mengenakan pita hitam di lengan sebagai bentuk solidaritas terhadap tragedi di Mesir saat melawan Ghana dalam laga perempat final Piala Afrika, kemarin. Ghana juga sepakat untuk mengenakannya.

Tunisia sendiri adalah satu-satunya negara dari bagian utara Afrika yang lolos ke perempat final setelah Maroko dan Libya tereliminasi di babak penyisihan grup. Sementara itu, Mesir sudah gagal sejak babak kualifikasi.


Madrid bersedih

Di belahan Eropa, ucapan belasungkawa juga datang dari klub raksasa Spanyol, Real Madrid. Klub berjuluk "Los Blancos" ini turut berduka dengan insiden yang dinilai sangat memilukan dalam sejarah sepak bola dunia ini.

"Real Madrid FC menyampaikan penyesalan atas terjadinya insiden di Port Said kemarin. Kami berbelasungkawa terhadap keluarga yang telah menjadi korban dan orang-orang Mesir," tulis Madrid dalam pernyataan resminya.