


LONDON, KOMPAS.com — Chelsea dan Manchester United (MU) telah dua kali bertemu di Premier League musim ini. Pada pertemuan pertama, di Old Trafford, September silam, Chelsea kalah 1-3. Pada pertemuan kedua di Stamford Bridge, Minggu (5/2/2012), Chelsea bermain imbang 3-3 setelah sempat unggul 3-0.
Dua gol pertama MU pada laga di Stamford Bridge tercipta dari titik penalti, yang semuanya dieksekusi oleh Wayne Rooney. Penalti pertama diberikan karena pelanggaran Daniel Sturridge kepada Patrice Evra pada menit ke-57 dan penalti kedua diberikan karena pelanggaran Branislav Ivanovic kepada Danny Welbeck pada menit ke-68.
Menurut Villas-Boas, untuk duel besar seperti MU-Chelsea, wasit sangat diharapkan bisa mengambil keputusan tepat dalam situasi-situasi krusial. Namun, Villas-Boas menilai, dalam dua pertemuan itu, wasit tampil di bawah harapan. Sebagai catatan, pertandingan pertama MU-Chelsea dipimpin wasit Philip Dowd dan pertandingan kedua dipimpin Howard Webb.
"(Keputusan penalti dari Webb) sulit diterima. Untuk penalti pertama, itu jelas penalti dan untuk yang kedua, keputusan itu sangat diragukan. Saya tidak tahu apakah Howard Webb berada pada titik pandang yang tepat untuk mengambil keputusan itu," ujar Villas-Boas.
"Mungkin, hakim garis yang memutuskan begitu. Saya tidak yakin, tetapi sangat disayangkan memberikan penalti seperti itu. Mungkin itu merupakan kompensasi untuk sesuatu di babak pertama, tetapi itu keputusan yang salah," lanjutnya.
Kompensasi pada babak pertama yang dimaksud Villas-Boas boleh jadi adalah keputusan Webb tidak memberikan penalti kepada MU atas pelanggaran Gary Cahill kepada Welbeck.
"Pada akhirnya, (dua gol dari titik penalti) itu menjadi stimulus untuk MU, dan hasil 3-3 adalah hasil yang normal untuk mereka. Mereka bangkit dengan gairah dan ambisi besar. MU tak pernah menyerah dan berusaha meraih hasil yang mereka inginkan, hasil imbang setelah tertinggal 0-3," ulas Villas-Boas.
"Sangat mengecewakan jika melihat bagaimana itu terjadi. Kami menghadapkan wasit berkualitas tinggi pada pertandingan besar, dan tidak mendapatkannya. Pada laga di Old Trafford, ada dua gol offside, dan hari ini sebuah keputusan yang tidak meyakinkan telah mengubah jalannya pertandingan."
"Dalam dua kesempatan melawan MU, Anda mengharapkan pertandingan yang sempurna terkait soal peraturan dari wasit, dan dalam dua pertemuan itu, (wasit) secara langsung telah memengaruhi hasil akhir. Hari ini, sebuah keputusan yang meragukan telah membantu MU meraih hasil 3-3."
"Namun, tidak ada alasan bagi kami. Unggul 3-0 adalah hasil bagus dan sangat disayangkan kami tak bisa mempertahankan keunggulan itu. Ada peluang untuk menang 4-3, tetapi David De Gea bereaksi luar biasa untuk menggagalkannya," tuturnya.
Pernyataan terakhir Villas-Boas mengacu pada penyelamatan De Gea terhadap tembakan jarak jauh Cahill yang menyasar sudut kiri atas gawang pada menit ke-90+4.

