


LONDON, KOMPAS.com — Manajer Manchester United Sir Alex Ferguson angkat bicara soal protes yang dilayangkan pihak Chelsea terhadap dua tendangan penalti yang didapat timnya dalam laga lanjutan Premier League, Minggu (5/2/2012). Menurutnya, MU seharusnya malah mendapat lebih dari dua penalti dalam laga yang berkesudahan 3-3 tersebut.
Dua penalti kontroversial tersebut terjadi pada menit ke-57 saat Patrice Evra dilanggar oleh Daniel Sturridge dan pada menit ke-68 ketika Danny Welbeck dijatuhkan oleh Branislav Ivanovic di kotak terlarang.
"Kami mendapat dua hadiah tendangan penalti pada babak kedua, yang memang sudah seharusnya. Saya pikir kami bisa mendapatkan empat penalti," kata Ferguson.
Ferguson malah menilai, seharusnya pemain baru Chelsea, Gary Cahill, mendapat kartu merah pada menit ke-10 karena melanggar Danny Welbeck. Untuk masalah ini, Ferguson tak mau menyalahkan wasit Howard Webb yang bertindak sebagai pengadil lapangan. Namun, ia menyalahkan hakim garis.
"Saya tak mengerti, hakim garis yang memberi kami hukuman penalti di Old Trafford dua tahun lalu itu tak bisa melihat (pelanggaran Cahill) dari jarak 45 kaki. Juga ada tarikan terhadap Ashley Young tepat di depan dirinya. Namun, ia juga tak memberikan itu (penalti) kepada kami," ungkap Ferguson.
"Saya tak tahu dari mana mereka didapatkan? Kostum Young ditarik dan Anda membuat keputusan bahwa dia melakukan diving?" gugatnya.
Di samping kekecewaan terhadap hakim garis, Ferguson memberikan pujian besar kepada pasukannya yang mampu bangkit meski sudah tertinggal 0-3. Menurutnya, hasil ini merupakan buah dari upaya keras pasukannya.
"Untuk yang tidak berpihak kepada siapa pun, melihat pertandingan bahwa sebuah tim sudah tertinggal 0-3 dan bangkit, itu sungguh luar biasa," tutur pria asal Skotlandia tersebut.

