

MALANG,KOMPAS.com - Arema Indonesia yang berkompetisi di Indonesian Premeir League (IPL) terus menjadi rebutan, yang menuai konflik internal. Kali ini, Arema terancam tak bisa main di Stadion Gajayana, Kota Malang, yang sebelumnya memang resmi menjadi home basenya.
Kabar ancaman Arema tak akan bisa bermain di Stadion Gajana, Kota Malang, saat akan meladeni Persiba Bantul, Minggu (5/2/2012), datang kepada Manajemen Arema, setelah Ketua Yayasan Arema Muhammad Nur, tiba-tiba membentuk kebijakan baru. Pihaknya membentuk Ketua Panpel baru atas nama Subur Triyono, yang saat ini menjabat anggota DPRD Kota Malang, dari Fraksi PAN.
M Nur mengangkat Subur Triyono menjadi Ketua Panpel Arema, pada Jumat (3/2/2012) pagi. Namun, kebijakan M Nur itu ditentang oleh pihak Manajemen Arema, yang kini berada di tangan PT Ancora karena pengangkatan Subur itu, tak ada pemberitahun atau musyawarah antara M Nur dengan Manajemen Arema.
Setelah Manajemen mendapatkan informasi tersebut, kepanikan terjadi di tubuh manajemen Arema. Pihak manajemen langsung bertemu dengan Subur Triyono, di Stadion Gajayana, Jumat (3/2/2012) sore, dengan membawa berita acara yang berisikan tentang apakah betul Arema tidak diperkenankan menggunakan Stadion milik Pemkot Malang itu.
"Saat Pak Subur diajak untuk menandatangani berita acara atau kesepakatan, pihaknya tidak mau menandatangani kesepakatan tertulis itu. Padahal kita butuh kejelasan, apakah betul Arema tak boleh menggunakan stadion Gajayana," jelas Santoso, Legal PT Arema Indoensia.
Menurut Santoso, setelah Subur diangkat ketua Panpel oleh M Nur, pihaknya langsung menyusun 43 orang staf. "Hal itu, juga atas rekomendasi Pak Nur. Kami tidak paham apa maksud Pak Nur," katanya.
Padahal, beber Santoso, sejak awal M Nur sudah menyepakati Ketua Panpel, yang sudah berjalan 2 pertandingan. "Apapun yang terjadi, kita akan tetap menggelar pertandingan hari Minggu (5/2/2012) lawan Persiba Bantul di Stadion Gajayana," tegas Santoso yang menambahkan, pihak manajemen sudah mengantongi izin penggunaan stadion Gajana, yang sudah dikeluarkan oleh Walikota Malang, Peni Suparto, sebelum kompetisi IPL akan dimulai.
Sementara itu, di tempat berbeda, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Kota Malang, Subari, saat dihubungi Kompas.com mengelak bahwa dirinya melarang Arema bermain di Stadion Gajana. "Itu tidak benar. Tetap diizinkan Arema bermain di Gajayana," katanya singkat.
Subari menegaskan, pihaknya tetap memberikan izin Arema menggunakan Stadion Gajayana, sesuai dengan izin awal yang telah dijalin dengan manajemen Arema. "Soal adanya konflik di manajemen Arema, itu bukan urusan kita," katanya.
Lebih lanjut Subari mengatakan bahwa hanya ada miskomunikasi. Kalau Pemkot tak berikan izin, jelas melanggar aturan. "Pemkot tetap memberi izin. Kalau tak beri izin, Pemkot melanggar aturan," katanya.
Ketika apakah pelarangan menggunakan stadion Gajayana itu ada kaitannya dengan rencana walikota Malang yang ngotot akan take over Arema, Subari menegaskan, tidak ada. "Tak ada hubungannya dengan take over. Tidak ada hubungannya dengan itu," tegasnya.

