Rabu, 22 Mei 2013
Selamat Datang   |      |  
Roberts: Terry Bisa Jadi "Racun" di Euro 2012
Penulis: Ifaliani Cleopradnya Elwahby | Kamis, 02 Februari 2012 | 14:17 WIB
|
Share:
Daylife
Kapten Inggris, John Terry.

LONDON, KOMPAS.com — Pemain timnas Inggris, John Terry, mendapat banyak perhatian terkait kasus rasialismenya terhadap pemain Queens Park Rangers, Anton Ferdinand. Terry dinilai akan menjadi "racun" di ruang ganti timnas jika dimasukkan ke dalam skuad Inggris pada Euro 2012, Juni mendatang.

Karena kasus itu, Terry memang dihadapkan ke pengadilan pada 1 Februari lalu. Namun, dia tak datang dan menolak panggilan pengadilan sampai Euro 2012 usai. Keinginannya untuk bisa ikut membela timnas Inggris pada Euro 2012 dan tidak menyelesaikan dulu kasus rasialisme yang melibatkan dirinya membuat sejumlah pihak ikut berkomentar.

Jason Roberts, striker Reading FC, menyatakan ketidaksetujuannya atas hal itu. Ia ingin agar Terry dikeluarkan dari skuad Inggris sampai sidang selesai.

"Percayalah, ruang ganti di Euro akan 'beracun' kecuali keputusan sudah dibuat," kata Robert seperti dilansir dari Soccernet, Kamis (2/2/2012).

"Aku tidak percaya bahwa kapten timnas Inggris harus berangkat ke Euro," celoteh Roberts lewat akun Twitter-nya.

Selain itu, Direktur Eksekutif Football Against Racism, Piara Powar, meminta FA untuk menindak tegas Terry dan melarangnya untuk memimpin tim jika tuduhan itu benar.

Jika terbukti bersalah, bek tengah Chelsea ini terancam hukuman denda sebesar 2.500 poundsterling atau sekitar Rp 30 juta. Di lain pihak, Terry berkeras bahwa dirinya tidak bersalah dan akan berjuang untuk melakukan itu.

Kala itu, 23 Oktober 2011, pertandingan berlangsung di Loftus Road antara QPR melawan Chelsea. Pertandingan itu dimenangkan oleh tuan rumah dengan skor 1-0. Sedangkan Chelsea sendiri dipaksa bermain dengan sembilan pemain setelah dua pemainnya, Jose Bosingwa dan Didier Drogba, mendapat hadiah kartu merah.

Editor : Caroline Damanik