Minggu, 27 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Misteri Kematian Speed Mulai Terkuak
Dita Febri Ella Anggara | Caroline Damanik | Selasa, 31 Januari 2012 | 14:44 WIB
|
Share:

LONDON, KOMPAS.com — Misteri kematian mantan Pelatih Wales, Gary Speed, yang ditemukan tewas gantung diri di garasi rumahnya di Huntington, Cheshire, 27 November lalu, mulai terkuak. Diduga, Speed bunuh diri karena masalah keluarga.

Soccernet mencatat hubungan Speed dengan istrinya, Louise, memang dikabarkan sedang retak. Hal ini diperkuat dengan pernyataan Louise di persidangan yang menyatakan bahwa Speed pernah berbicara mengenai niatnya untuk memperbaiki rumah tangga.

Pada hari kejadian, Louise mengaku ingin berkendara, tetapi pria kelahiran 8 September 1969 itu mencegahnya di pintu dan memintanya untuk tidak pergi ke mana-mana.

"Saya pergi ke lantai atas dan berbaring di tempat tidur selama lima sampai sepuluh menit. Kemudian saya memutuskan untuk berkendara untuk menyegarkan pikiran," ungkap Louise.

Louise berjalan-jalan di sekitar rumah sampai kemudian berhenti untuk menelepon suaminya. Dia tidak mendapatkan jawaban dan memutuskan kembali ke rumah dan mencoba menelepon suaminya kembali. Lagi-lagi, tidak berhasil.

"Saya memutuskan untuk tetap berada di dalam mobil sampai saya bisa masuk ke dalam rumah," katanya.

Setelah sempat tertidur di dalam mobil, dia terbangun dan pergi ke toilet di luar rumah. Kemudian, dia melihat beberapa kunci gudang hilang. Louise lalu memutuskan untuk mengecek ke gudang dan memastikan Speed ada di sana atau tidak sebelum dia ke garasi.

"Saya pergi ke jendela dan di sana saya melihat dia," katanya sambil menitikkan air mata.

"Apakah Anda melihat ia tergantung?" tanya hakim.

"Ya," jawab Louise.

Perempuan berusia 40 tahun itu kemudian membangunkan anak-anaknya untuk menelepon nomor darurat dan menurunkan suaminya ke bawah selagi tim medis menuju rumahnya.

Dalam pemeriksaan di pengadilan pula, dikabarkan Speed sempat mengirim pesan singkat ke ponsel istrinya sebelum meninggal. Pesan itu berisi rencana untuk mengakhiri hidupnya. Tetapi, kemudian ia mengirim pesan singkat lagi yang berisi tentang pentingnya anak mereka dan dia tampak antusias untuk menatap masa depan dengan istri dan anaknya.

Dalam sebuah pernyataan yang dibacakan setelah pemeriksaan, keluarga Speed mengatakan, hari kematian ayah dua anak itu adalah hari terburuk dalam kehidupan mereka, tetapi kenangannya akan selalu hidup di pikiran mereka.