Minggu, 27 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Xavi: Madrid Tak Tahu Bersikap Kalah
Hery Prasetyo | Sabtu, 28 Januari 2012 | 04:28 WIB
|
Share:
AFP
Gelandang Barcelona, Xavi Hernandez.

BARCELONA, KOMPAS.com Gelandang Barcelona, Xavi Hernandez, kembali memanaskan kontroversi "El Clasico". Menurutnya, Real Madrid tak tahu bagaimana bersikap sebagai tim yang kalah.

Madrid hanya bermain seri 2-2 pada leg kedua perempat final Copa del Rey, Rabu atau Kamis (26/1/2012) dini hari WIB. Hasil itu membuat Madrid kalah agregat 3-4. Namun, pertandingan itu diwarnai kontroversi panjang.

Madrid merasa wasit Fernando Teixeira Vitienes berpihak kepada Barcelona, terutama karena keputusannya memberi kartu merah kepada Sergio Ramos yang dianggap menyikut Sergio Basquets menjelang akhir pertandingan.

Seusai pertandingan, media Spanyol melaporkan, Pelatih Madrid, Jose Mourinho, mencegat wasit di tempat parkir. Dia dilaporkan mengucapkan, "Betapa Anda seorang seniman. Anda suka mengacau pekerjaan serius kaum profesional. Sekarang, silakan pergi dan mengisap cerutu serta tertawa. Anda tak punya malu."

Xavi memprihatinkan sikap Madrid yang seolah tak bisa menerima kekalahan. Sebelum sesi wawancara, dia tertangkap kamera mengomentari Madrid.

"Madrid suka memprovokasi. Mereka tak tahu bagaimana bersikap sebagai tim yang kalah," kata Xavi. (RTR)