

Liverpool, Kamis
”The Reds” menggenggam tiket ke final setelah bermain imbang, 2-2, melawan Manchester City pada semifinal laga kedua, Kamis dini hari WIB di Anfield. Liverpool menang agregat 3-2 atas City setelah pada laga pertama menang 1-0.
City unggul lebih dulu melalui gol Nigel de Jong pada menit ke-31. Gol balasan Liverpool dihasilkan oleh Steven Gerrad pada menit ke-40 lewat tendangan penalti. Pada menit ke-68, City menambah gol melalui Edin Dzeko. Gol yang mengantarkan Liverpool ke final dicetak Craig Bellamy, mantan pemain City, pada menit ke-70.
”Saat yang terindah bagi Liverpool belum tiba. Tetapi kemenangan ini hadiah untuk para suporter yang setia,” kata Pelatih Liverpool Kenny Dalglish. Setelah menunggu selama 16 tahun, akhirnya Liverpool bisa menginjakkan kaki di Stadion Wembley. Padahal, beberapa hari sebelumnya Dalglish dihujani kritik keras karena kekalahan memalukan Liverpool atas Bolton Wanderers, 1-3, di Liga Inggris.
Menurut Dalglish, ia puas dengan penampilan anak asuhnya. Segala kekurangan saat menghadapi Bolton sudah terbayar dengan penampilan yang menawan. ”Selama bertahun-tahun Liverpool belum pernah mengalami sukses seperti sekarang. Dulu saya sering mengatakan, jika kita bersatu, kita akan menjadi juara,” kata Dalglish.
Soal Bellamy yang menjadi ”pahlawan” Liverpool, Dalglish mengatakan, jika City ingin mendepak pemain lagi, mereka bisa menyerahkannya kepada Liverpool.
Pelatih City Roberto Mancini tidak puas dengan keputusan wasit Phil Dowd yang memberikan penalti kepada Liverpool. ”Tim kami diperlakukan tidak adil. Penalti itu keputusan bodoh,” katanya.
”Target kami membuat gol pada babak pertama dan berusaha jangan kemasukan gol. Pada babak kedua permainan berubah karena lawan menyamakan skor,” ujar Mancini. Ia memastikan, kegagalan City di Piala Liga tak memengaruhi semangat mereka meraih juara liga.

