


BARCELONA, KOMPAS.com — Barcelona selamat dari gempuran serangan balasan Real Madrid pada leg kedua perempat final Piala Raja, yang berakhir imbang 2-2, di Nou Camp, Rabu (25/1/2012) atau Kamis pagi WIB. Dengan hasil itu, Real yang berstatus juara bertahan tersingkir dan Barcelona lolos ke semifinal dengan kemenangan agregat 4-3.
Hasil itu juga menandai kegagalan Pelatih Real Madrid Jose Mourinho untuk memenangkan laga dalam sembilan kali lawatan ke Nou Camp, sebagai pelatih Real ataupun klub lainnya.
Saat melatih Inter Milan, ia pernah menyingkirkan Barcelona di semifinal Liga Champions 2009/2010 dan belakangan juara Eropa, tetapi saat itu timnya kalah 0-1 di Nou Camp.
Meski demikian, lewat penampilan timnya saat menahan Barcelona 2-2 di perempat final Piala Raja itu, Mourinho sedikit-banyak mulai menjawab keraguan dan kritik yang diarahkan kepadanya terkait buruknya penampilan Real setiap kali menghadapi Barcelona.
Sempat tertinggal 0-2 di babak pertama, Real mampu menyamakan kedudukan, 2-2. Real hampir saja lolos andai gol Sergio Ramos tidak dianulir wasit karena melanggar bek Barcelona, Daniel Alves.
Skuad Mourinho juga mengakhiri laga dengan 10 pemain akibat diusirnya Ramos pada menit ke-88 setelah mengantungi kartu kuning kedua. Alves, salah satu pencetak gol Barcelona, mengakui bagusnya penampilan Iker Casillas dan kawan-kawan.
"Ini versi Real Madrid yang bikin sulit kami karena mereka terus bermain menekan," ujar pemain asal Brasil itu. "Mereka dengan baik menutup celah bagi kami dan menyulitkan kami dalam mengalirkan bola ke depan. Meski demikian, yang penting kami memetik kemenangan."
Hal senada dilontarkan Pelatih Barcelona Pep Guardiola. "Setiap kali berlaga, semakin sulit untuk menaklukkan Real Madrid dan itu sebabnya kami gembira dengan laga hari ini. Madrid tim hebat dan itu pula sebabnya kemenangan ini sangat berharga."
Berbeda dari saat kalah 1-2 pada leg pertama di mana Mourinho memilih pendekatan permainan bertahan di Santiago Bernabeu, pekan lalu, kali ini ia menerapkan permainan menyerang. "Saya tidak mengatakan, ini laga terberat kami," lanjut Guardiola, mengevaluasi jalannya permainan. "Saya masih ingat pada musim pertama saya saat bertandang ke Sevilla, di mana kami sudah unggul 3-0 dan mereka mampu membalas 3-2. Andai saja saat itu kami tertahan 3-3, kami bakal kehilangan gelar juara liga."
"Madrid tim yang sangat kuat, tetapi bukan berarti saya mengatakan bahwa mereka lebih kuat daripada saat kami bertemu musim lalu, misalnya, di (semifinal) Liga Champions," papar Guardiola.
Di semifinal Liga Champions musim lalu, Barcelona menang 2-0 pada leg pertama di Bernabeu dan imbang 1-1 pada leg kedua di Nou Camp, sebelum akhirnya tampil juara.
Evaluasi dan kesadaran tersebut penting bagi kubu Barcelona. Musim ini, mereka masih akan menjamu Real Madrid di ajang Liga Spanyol, di mana Barcelona saat ini tertinggal lima poin, pada 22 April mendatang.
Kedua tim juga masih berlaga di Liga Champions dan tidak tertutup kemungkinan, sesuai hasil undian, bisa bertemu di perempat final atau babak-babak berikutnya.
Sumber: AFP, Reuters

