


BARCELONA, KOMPAS.com — Tidak seperti biasanya, Pelatih Real Madrid, Jose Mourinho, enggan berkomentar soal kepemimpinan wasit pada laga leg kedua Piala Raja, yang berakhir imbang 2-2 dan membuat timnya tersingkir di tangan Barcelona di Camp Nou, Rabu (25/1) atau Kamis pagi WIB.
Dalam jumpa pers seusai laga, ia ditanya wartawan soal kinerja wasit Fernando Teixeira Vitienes, tetapi menolak berkomentar. "Saya tidak menyinggung apa pun," ujarnya saat ditanya apakah wasit buruk dalam memimpin.
Wasit menganulir gol bek Real, Sergio Ramos, pada menit ke-54 karena dinilai melanggar bek Barcelona, Daniel Alves, saat menceploskan bola ke gawang. Real membutuhkan satu gol tambahan untuk lolos ke semifinal. Ramos juga diusir keluar lapangan setelah mendapat kartu kuning kedua pada menit ke-88.
Barcelona unggul lebih dulu 2-0 pada babak pertama lewat pemain pengganti, Pedro Rodriguez dan Alves. Real membalas dua gol, menjadi 2-2, melalui gol Cristiano Ronaldo (menit ke-68) dan striker pengganti, Karim Benzema (menit ke-73).
Barcelona lolos dengan kemenangan agregat 4-3 setelah pada leg pertama di Santiago Bernabeu, pekan lalu, mereka menang 2-1 atas Real. Pada semifinal, Barcelona akan menantang pemenang laga Valencia versus Levante, Kamis (26/1/2012) atau Jumat dini hari WIB.
Leg kedua digelar di kandang Levante, tetapi Valencia mengantongi kemenangan 4-1 pada leg pertama. "Kalianlah orang yang paham sepak bola. Saya hanya paham sedikit," lanjut Mourinho, pelatih asal Portugal yang pada Kamis ini tepat berulang tahun ke-49.
Hubungan Mourinho dengan media Spanyol kurang harmonis. Belum lama ini, ia seperti "ditelanjangi" saat harian olahraga terkemuka Spanyol, Marca, menurunkan transkrip pertengkarannya dengan Ramos dalam sesi latihan setelah mereka dipukul Barcelona 1-2 pada leg pertama.
"Sekalipun saya tidak banyak membaca atau mendengarkan berita-berita olahraga, saya akan menanti berita-berita kalian untuk mendengar komentar kalian." Meski demikian, Mourinho mengungkapkan, beberapa pemainnya sempat melontarkan ucapan "mustahil bisa menang di Camp Nou", yang menyiratkan sindiran atas perlakuan khusus wasit kepada Barcelona di kandangnya.
Setelah meniup peluit terakhir, wasit Fernando Teixeira Vitienes dikerubuti beberapa pemain Real yang mengajukan protes. "Di ruang ganti, saya mendengar (ucapan pemain): 'Mustahil bisa menang di sini.' Saat turun minum itu, saya tidak banyak berbicara karena kami tampil begitu bagus," ujar Mourinho.
"Mereka mencetak gol tanpa melakukan apa pun untuk mendapatkannya, sementara kami mendapat tiga, empat, atau lima peluang hebat. Saya akan mengucapkan selamat kepada Barcelona atas kemenangan mereka di Bernabeu, bukan atas penampilan mereka hari ini," paparnya.
Sumber: Reuters, AP, Guardian

