


PARIS, KOMPAS.com - Penyerang Manchester City Carlos Tevez menolak tawaran bergabung dari Paris Saint Germain (PSG) karena ingin pindah ke klub yang sudah mapan dan punya reputasi bagus.
"Kami tak mencapai kesepakatan dengan Tevez, mungkin kami tak akan pernah (mencapai kesepakatan dengannya)," ujar Leonardo.
Setidaknya, ada tiga klub yang bersaing mendapatkan Tevez, pada jendela transfer Januari ini, yaitu PSG, Inter Milan, dan AC Milan.
Meski tidak punya reputasi sebaik Inter dan Milan, PSG punya uang dan tawaran yang sesuai keinginan City, yaitu pembelian, bukan pinjam dengan opsi transfer permanen di akhir musim, seperti yang ditawarkan Milan dan Inter.
Menurut The Sun, PSG siap membeli Tevez dengan harga 31 juta poundsterling atau sekitar Rp 430 miliar. Untuk Tevez, PSG disebut menyiapkan gaji senilai 10 juta poundsterling atau sekitar Rp 138 miliar per musim. Agen Tevez, Kia Joorabchian, disebut menerima tawaran PSG dan dengan begitu, realisasi transfer hanya perlu menunggu jawaban City dan Tevez.
Mengacu pernyataan Leonardo, Tevez telah memberi jawaban tidak untuk PSG dan akan bernegosiasi dengan Inter atau Milan. Namun, kecuali City bermurah hati, transfer mungkin tidak terealisasi mengingat tawaran Milan dan Inter di bawah permintaan City.
Jika City bersedia menyesuaikan permintaan mereka dengan tawaran Milan dan Inter, Milan berpeluang lebih baik mendapatkan Tevez, mengingat sebelum bernegosiasi dengan PSG, Joorabchian mengaku sudah menyepakati kontrak personal dengan Wakil Presiden Milan, Adriano Galliani.
Setelah pernyataan Joorabchian itu, Galliani menyatakan Milan berhenti mengejar Tevez, pada Kamis (12/1/2012), karena penyerang Alexandre Pato menolak pindah ke PSG. Menurut pemberitaan di Italia, Milan ingin menggunakan uang hasil penjualan Pato untuk membeli Tevez.
Dengan batalnya transfer Pato ke PSG, Milan diyakini akan tetap menerima Tevez, jika City bersedia menerima proposal transfer awal Milan untuk Tevez, yaitu pinjam dengan opsi transfer permanen di akhir musim.

