


TURIN, KOMPAS.com — Pelatih Antonio Conte mengaku menerima tawaran melatih Juventus pada Juni lalu bukan untuk mengejar terget kecil dan, meski sejauh ini Juventus menunjukkan daya saing tinggi, Conte mengingatkan bahwa perjalanan masih panjang.
Dalam dua musim terakhir, Juventus finis di peringkat ketujuh. Itu adalah pencapaian terburuk Juventus sejak kembali tampil di Serie-A, 2007 lalu. Prestasi terbaik mereka sejak promosi adalah runner-up musim 2008-2009.
Di tangan Conte, Juventus menjadi favorit juara. Hingga pekan ke-18, mereka belum pernah kalah dan menguasai klasemen dengan 38 poin, atau unggul satu angka dari pesaing terdekat, AC Milan.
"Saya tidak akan bergabung untuk tempat ketiga. Saya wajib memberikan yang terbaik dan memimpikan sukses besar. Saya tak bergabung pada Juni lalu hanya untuk target minimal," aku Conte.
"Kami berada di puncak karena kami menunjukkan determinasi besar, antusiasme, dan gairah untuk menang. Saya ingin memberikan kepercayaan kepada pemain yang ingin meraih prestasi luar biasa."
"Kami masih punya separuh musim untuk menegaskan segala yang telah kami capai sejauh ini. Ini tidak mudah," tuturnya.
Pada laga pekan ke-19, Juventus akan menghadapi Atalanta, Sabtu (21/1/2012). Conte menilai Atalanta adalah lawan berat, mengingat mereka duduk di peringkat ke-15 dengan 20 poin, setelah terkena sanksi pemotongan enam poin karena kasus pengaturan skor.
Selain itu, dari 18 laga yang sudah dilakoni, Atalanta baru empat kali menelan kekalahan.
"Mereka (seharusnya) memiliki 26 poin dan mereka memiliki pelatih bagus, yaitu Stefano Colantuono. Terlepas dari kesulitan yang mereka alami baru-baru ini, mereka selalu mengarahkan hati dan jiwa mereka pada kompetisi ini. Mereka layak mendapat pujian," ulas Conte.

