Minggu, 27 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Terry Sering Gadaikan "Mansion" Miliknya
Hery Prasetyo | Jumat, 13 Januari 2012 | 05:59 WIB
|
Share:
MIRROR
Defender Chelsea, John Terry dan istrinya, Toni.

KOMPAS.com — Gaji John Terry sekarang 170.000 poundsterling (sekitar Rp 2,3 miliar). Namun, defender Chelsea yang dikenal suka berjudi ini sering menggadaikan mansion mewahnya. Entah karena terlilit utang atau memang ingin berinvestasi, setidaknya ia sudah lebih dari dua kali berurusan dengan pegadaian.

Hal ini terungkap berdasarkan laporan Land Registry seperti diberitakan The Sun. Pada 2003, Terry membeli properti di Oxshott, Surrey, lewat bankir Queens, Coutts, sebesar 2,25 juta poundsterling.

Dalam 12 bulan kemudian, ia menggadaikan mansionnya itu ke Northern Rock. Kemudian, pada 2006, ia menggadaikannya lagi ke Coutts. Lalu, sebelum akhir Juni 2009, ia menggadaikannya lagi dengan nilai 4,65 juta poundsterling (sekitar Rp 65,2 miliar).

Seorang sumber kepada The Sun mengatakan, "Ini tindakan yang sangat tak wajar untuk seseorang yang memiliki penghasilan lebih dari setengah juta poundsterling per bulan."

Terry memang suka membeli properti. Ia membelikan ibu mertuanya, Sue Poole, sebuah mansion senilai 1,85 juta poundsterling pada 2007. Namun, pada 7 Juni tahun yang sama, dia menggadaikan mansion itu. Pada hari yang sama, dia menggadaikan rumahnya sendiri untuk keempat kalinya.

Beberapa bulan kemudian, dia berencana merenovasi mansion Sue itu menjadi punya 10 tempat tidur. Pekerjaan renovasi dimulai enam bulan lalu. Terry dan istrinnya, Toni, memang berencana pindah ke rumah besar itu bersama anak kembar mereka, Georgie John dan Summer Rose.

Renovasi itu sempat dikeluhkan tetangganya. Mereka bahkan menyebut mansion itu sebagai rumah yang ganjil. Namun, Terry sudah mendapat izin renovasi (semacam IMB) sehingga pembangunan jalan terus. Terry memiliki batas waktu sampai tujuh tahun untuk menyelesaikan renovasi itu sesuai rencana dan rancangan yang didaftarkan.

Tidak hanya mertuanya yang ia belikan rumah mewah, ia juga membelikan rumah mewah buat ibunya, Sue Terry, pada 2007 dengan harga 3,15 juta poundsterling.

Ada indikasi pula Terry sengaja membeli properti sebagai bagian dari bisnisnya. Sebab, ada pula upaya untuk menjualnya demi mendapatkan keuntungan besar.

Rumah untuk ibunya, misalnya, pernah ia tawarkan sebesar 5 juta poundsterling (sekitar Rp 70,2 miliar). Rupanya, harga ini terlalu tinggi dan belum ada yang berminat, hingga dia menurunkannya 250.000 poundsterling (sekitar Rp 3,5 miliar).

Pengurangan yang sedikit itu ternyata belum menarik minat pembeli. Dia kembali menguranginya hingga akhirnya ditawarkan seharga 4,25 juta poundsterling (sekitar Rp 5,9 miliar).

Rumahnya sendiri yang besar dan mewah dikabarkan juga sudah ditawarkan dengan harga 6,5 juta poundsterling (sekitar Rp 91,2 miliar). Namun, ini juga terlalu mahal dan sampai sekarang belum laku.

Sementara itu, Terry harus membayar cicilan yang amat besar setiap bulannya. Untuk rumah yang ia tinggali, dia harus mencicil utang 13.500 poundsterling (sekitar Rp 189,5 juta) per bulan. Adapun untuk rumah ibunya, ia harus mencicil 4.700 poundsterling (sekitar Rp 65 juta) per bulan.

Rencana dan aktivitas Terry soal properti dan pegadaian memang dianggap aneh. Namun, apa alasannya, sampai sekarang masih menjadi urusan pribadinya.