Minggu, 27 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
KPSI Anggap Buruk Verifikasi PSSI
Wirawan Kusuma | Laksono Hari W | Rabu, 11 Januari 2012 | 20:14 WIB
|
Share:
KOMPAS.com/Ferril Dennys
Sekjen Komite Penyelamat Sepak bola Indonesia (KPSI, Hinca Panjaitan.

JAKARTA, KOMPAS.com - Sekretaris Jenderal Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia (KPSI) Hinca Panjaitan mempertanyakan keputusan PSSI yang mengumumkan hasil verifikasi tahap pertama berkas dukungan Kongres Luar Biasa (KLB) dari 452 anggota PSSI. Menurutnya, sangat tidak etis PSSI membeberkan hasil tersebut ke media padahal verifikasi belum sepenuhnya dilakukan.

"Sampai saat ini mereka belum melayangkan surat resmi kepada kami terkait hasil verifikasi mereka. Kami sebenarnya tidak berhak untuk menanggapi hal itu, namun karena hasilnya diumbar ke publik, kami merasa harus menjelaskan," ujar Hinca kepada wartawan di kantor KPSI, Rabu (11/1/2012).

"Kami belum menerima data dan fakta yang disampaikan oleh PSSI kepada media. Kami hanya mendapatkan angka. Ini kinerja paling buruk PSSI dalam melakukan verifikasi," lanjutnya.

Hinca menjelaskan, kinerja PSSI buruk karena tidak menjelaskan apa metode yang mereka gunakan untuk memverifikasi. Menurutnya, ada dua metode yang harus dilakukan PSSI, yakni administrasif dan faktual. KPSI menganggap hasil verifikasi tersebut tidak mempunyai nilai apa pun dan tidak mengurangi serta memengaruhi rencana mereka untuk melakukan Kongres Luar Biasa.

Sebelumnya PSSI membeberkan bahwa berkas dukungan KLB yang diajukan 452 anggota mereka tidak semuanya valid. Ketua Umum PSSI Djohar Arifin Husin menyatakan, setelah diverifikasi oleh tim khusus bentukannya, jumlah surat dukungan KLB kurang dari dua per tiga anggota PSSI. "Kami baru menyelesaikan tahap pertama. Dari jumlah tersebut, masih jauh dari 2/3 anggota. Kami sepakat tidak ada alasan untuk melakukan KLB. Pada tahap pertama saja sudah gagal, apalagi di tahap berikutnya," jelas Djohar di sela-sela rapat Komite Eksekutif PSSI di Hotel Crown, Jakarta Selatan, Selasa (10/1/2012) kemarin.