Selasa, 23 Desember 2014

Bola / Liga Indonesia

Terkait Surat FIFA, PSSI Datangi Sriwijaya FC

Selasa, 27 Desember 2011 | 10:46 WIB

PALEMBANG, KOMPAS.com - Tim rekonsiliasi PSSI menyambangi manajemen Sriwijaya Football Club (SFC) di Palembang, Senin (26/11/2011). Mereka mengantarkan surat tindak lanjut peringatan dari federasi sepak bola dunia (FIFA). Selain mengantarkan surat, tim juga mengajak SFC untuk bertukar pikiran mengenai kisruh dualisme kompetisi.

Tim yang terdiri dari Direktur Legal PSSI R Fananta Rudi, Komite Bidang Strategi Farid Mubarak, dan Komite Media Wariyantoro bertemu dengan perwakilan manajemen SFC, Direktur Keuangan PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) Augie Bunyamin dan Sekretaris PT SOM Faisal Mursyid. Mereka menggelar pertemuan tertutup di Hotel Swarna Dwipa Palembang.

Fananta mengatakan mereka datang ke Palembang untuk menindaklanjuti surat dari FIFA yang meminta kisruh dualisme kompetisi segera diselesaikan sekaligus bersilaturahim. Namun demikian, Fananta membantah bahwa kedatangan tim bertujuan untuk SFC kembali ke LPI.

"Tujuannya hanya meminta pendapat SFC mengenai konflik dualisme liga ini, sekaligus menanyakan apa maunya SFC dan usulan-usulannya. Kita juga secara bersamaan mengirimkan tim ke beberapa klub LSI lainnya, untuk menemui stakeholder yang ada di Indonesia," ungkapnya.

Hasil pertemuan itu, lanjutnya, akan dilaporkan ke PSSI untuk dibahas sehingga bisa mencari solusi yang terbaik atas konflik yang terjadi dan menciptakan pesepakbolaan Indonesia yang lebih baik.

Sementara itu, Augie membenarkan, pihak PSSI hanya meminta saran-saran dari klub-klub anggota LSI untuk mengatasi konflik yang terjadi.

"Rupanya PSSI hanya meminta saran kita, tidak ada yang lain," katanya.

Dalam kesempatan ini, SFC juga menyampaikan tiga poin permintaan. Pertama, PSSI diharapkan dapat mempertemukan seluruh stakeholder-stakeholder dalam satu forum

Kedua, meminta PSSI menelaah kembali sanksi yang dijatuhkan kepada SFC, karena pada dasarnya SFC sudah punya tim tersendiri dengan manajemen yang berbeda. Ketiga, PSSI diharapkan jangan membuat pernyataan-pernyataan yang menyudutkan klub, pengelola ISL, baik nama dan sifatnya yang bersifat pribadi, karena malah bisa memperkeruh keadaan saja.

Namun, sambil menunggu tanggapan dari PSSI, Augie mengatakan, SFC akan tetap menjalani kompetisi di Indonesia Super League (ISL).

Menanggapi permintaan itu, Fananta Mengaku belum bisa meresponi permintaan SFC itu. Keputusan baru akan diambil setelah dibicarakan dengan pengurus pusat terlebih dulu.

"Mudah-mudahan di awal tahun 2012 sudah bisa dilakukan pertemuan bersama, mengenai kapan waktunya dan dimana, tentu masih akan ditentukan kemudian," tandasnya.


Editor : Caroline Damanik
Sumber: