Kamis, 24 April 2014
PSSI Bolehkan Pemain ISL Bela Timnas
Penulis: Wirawan Kusuma | Rabu, 30 November 2011 | 21:42 WIB
|
Share:
KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZES
Salah satu anggota Komite Eksekutif PSSI Periode 2011-2015 Bob Hippy, saat konferensi pers di Kantor PSSI, Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senin (11/7/2011). Turut hadir dalam konferensi pers ini, Ketua Umum dan Wakil Ketua Umum PSSI Periode 2011-2015 Djohar Arifin Husein dan Farid Rahman beserta anggota Komite Eksekutif yaitu Widodo Santoso, Tony Aprilani, Sihar Sitorus, Erwin Dwi Budiman, Roberto Rouw, dan Tuti Dau. Sedangkan dua anggota Komite Eksekutif lainnya yaitu La Nyalla Mataliti dan Mawardi Noerdin berhalangan hadir dalan konferensi pers ini.

JAKARTA, KOMPAS.com — Pemain tim nasional yang saat ini bermain di Indonesia Super League bisa sedikit bernapas lega. PSSI, melalui penanggung jawab timnas, Bernhard Limbong, mengatakan, peluang pemain ISL untuk masuk ke dalam timnas tetap terbuka.

"Pada prinsipnya, siapa pun berhak membela timnas. Saat ini kompetisi resmi adalah IPL. Namun, kalau ada pemain yang bertanding di luar itu, insya Allah (tetap dipanggil)," kata Limbong kepada wartawan, Selasa (29/11/2011).

"Saya pikir itu bukan kemauan mereka (untuk main di ISL). Jadi, saya tidak ingin pemain dan pelatih menjadi korban kebijakan klub mereka," katanya.

Namun, Limbong tetap tak bisa menjamin hal ini. Pasalnya, PSSI tetap harus mengikuti aturan dari FIFA selaku federasi sepak bola tertinggi di dunia. Seperti diketahui, FIFA melarang pemain yang bukan bermain di liga resmi untuk membela timnas sebuah negara.

"Itu kebijakan kami. Namun, kami tidak bertanggung jawab jika FIFA atau AFC punya aturan lain," kata Limbong.

Koordinator timnas Indonesia, Bob Hippy, pun menyatakan hal yang serupa. Ia tak peduli di kompetisi mana pemain bermain.

"Mereka pemain saya, mau main di IPL kek, ISL kek, mereka tetap pemain timnas. Saya akan tetap memanggil mereka," tuturnya.

Editor : Caroline Damanik