

Lausanne, Selasa
Melalui situs resminya, CAS pada Senin (21/11) menyatakan, permintaan Hammam untuk membatalkan keputusan Komite Etik FIFA terhadap dirinya akan dilakukan sesuai dengan prosedur yang berlaku di lembaga tersebut. Para pihak yang terlibat dalam perkara tersebut akan menjawab secara tertulis terhadap upaya banding pemohon.
Hammam, mantan Presiden Konfederasi Sepak Bola Asia, terus berupaya agar hukuman dari Komite Etik FIFA dibatalkan sebelum Mei 2012. Saat itulah, apabila keputusan yang menguntungkan dirinya tak berkekuatan hukum tetap, posisinya sebagai Presiden AFC akan segera tergantikan seusai pemilihan presiden yang baru.
Dalam situs resmi AFC, Komite Hukum konfederasi tersebut menyatakan, anggota komite sepakat untuk tidak memilih presiden yang baru hingga Mei 2012.
Badan sepak bola dunia, FIFA, menjatuhkan sanksi seumur hidup kepada warga negara Qatar tersebut pada Juli lalu setelah Komite Etik menyatakan dirinya terbukti bersalah mencoba menyuap pejabat Konfederasi Sepak Bola Karibia saat pemilihan
Whistleblower dari empat federasi sepak bola Kepulauan Karibia mengungkapkan, mereka diiming-imingi uang tunai senilai 40.000 dollar Amerika Serikat seusai menghadiri kampanye Hammam di Trinidad. Hammam sendiri akhirnya mundur dari pencalonannya sebagai presiden FIFA setelah kasus tersebut terkuak.
Hammam membantah telah menyuap. Ia menilai, Blatter telah membesar-besarkan kasus tersebut sebagai bagian dari upaya persaingan merebut tampuk kekuasaan FIFA. Sebelum upaya menantang FIFA melalui CAS, Hammam sebenarnya telah menempuh upaya yang sama saat AFC menunjuk pelaksana tugas presiden lembaga itu. Namun, usahanya gagal. Upaya Hammam kali ini untuk menantang keputusan FIFA dipastikan memakan waktu beberapa bulan.
FIFA kembali menghukum orang-orang yang diduga terlibat skandal suap saat pemilihan
Hukuman denda terbesar diberikan kepada ofisial DFU asal Dominika, Patrick John, yaitu sebesar 3.270 dollar AS atau sekitar Rp 30 juta.

