Kamis, 20 Juni 2013
Jelang Lawan Malaysia
Rahmad Eliminasi Tekanan pada Pemain
Penulis: Wirawan Kusuma | Rabu, 16 November 2011 | 22:05 WIB
|
Share:
KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO
Pemain Indonesia berselebrasi usai membobol gawang Thailand pada laga penyisihan Grup A cabang sepak bola SEA Games XXVI/2011 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Minggu (13/11/2011). Indonesia menang atas Thailand dengan skor 3-1.

JAKARTA, KOMPAS.com — Laga panas akan tersaji di pertandingan terakhir penyisihan Grup A SEA Games XXVI/2011, Kamis (17/11/2011) besok. Tim nasional U-23 Indonesia akan menghadapi rival abadi mereka, Malaysia, di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.

Tentu akan banyak tekanan yang akan diterima Egi Melgiansyah dan kawan-kawan dalam laga nanti. Bukan saja tekanan dari panasnya laga, tetapi juga dukungan serta harapan yang besar kepada timnas U-23 untuk meraih hasil maksimal di babak penyisihan.

Rahmad Darmawan pun mengakui hal tersebut. Namun, dirinya siap untuk mengatasi hal tersebut. "Itu tugas saya mengeliminasi situasi itu terjadi sama pemain. Jangan sampai pemain merasa tertekan. Saya ingin pemain menikmati pertandingan," ujar Rahmad seusai latihan, Rabu (16/11/2011) sore.

Rahmad membantah timnya mendapat tekanan harus menang setelah timnas senior kalah 1-4 dari Iran di laga Pra-Piala Dunia. Ia tak pernah berpikir untuk membandingkan timnas U-23 dengan senior atau memberikan suatu kemenangan untuk siapa pun.

"Buat saya sepak bola harus menang di setiap pertandingan, dan kemenangan itu milik kita semuanya, tentu milik masyarakat Indonesia dan pencinta timnas," ujar Rahmad.

Ada satu hal lagi yang akan menjadi tantangan berat bagi timnas U-23. Dengan keriuhan penonton di Stadion Gelora Bung Karno, komunikasi antarpemain akan terganggu. Untuk masalah ini, pria asal Metro, Lampung, tersebut pun sudah punya solusinya.

"Komunikasi di lapangan tidak hanya melalui suara. Ada komunikasi yang bisa dilakukan dengan gerak tubuh. Saya pikir para pemain sudah paham akan hal itu dan jauh-jauh hari sudah kita beri tahu. Artinya, ketika mereka kesulitan menggunakan komunikasi lewat suara, harus ada kode atau body language," ujar Rahmad.

"Saya juga sering bilang ke pemain, pandangan mereka tidak harus ke sekitar bola saja, tetapi juga ke seluruh bagian. Itu agar mereka bisa melihat apakah ada temannya yang memberikan kode. Saya harap pertandingan kemarin (melawan Thailand) menjadi pelajaran bagus untuk kita," ujarnya.

Editor : Aloysius Gonsaga