Minggu, 27 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Wenger Kesal, tapi Tak Bisa Marah
Tjatur Wiharyo | Sabtu, 29 Oktober 2011 | 23:52 WIB
|
Share:
Daylife
Manajer Arsenal, Arsene Wenger.

TERKAIT

LONDON, KOMPAS.com — Pelatih Arsenal Arsene Wenger mengaku kesal akan kualitas pertahanan timnya pada laga Premier League melawan Chelsea, Sabtu (29/10/2011). Namun, ia mengaku tak punya pilihan selain memuji setelah Arsenal membayar kesalahan mereka dalam bentuk kemenangan 5-3.

"Saya sangat tidak senang, tetapi secara keseluruhan, saya harus katakan bahwa saya hanya bisa memuji tim. Kami tahu bahwa kami perlu menang di sini dan kami terus berusaha menang," ujar Wenger. "Secara umum, saya merasa bahwa mereka tampil solid sebagai tim dan menunjukkan daya juang tinggi. Anda mengalami kesulitan menang jika mengakhiri babak pertama dengan keadaan tertinggal 1-2. Namun, kami mengalami kemajuan di babak kedua dengan gairah untuk maju."

Ia mengatakan, "Pada babak kedua, saya merasa kami lebih baik dalam hal bertahan dibandingkan dengan babak pertama. Kami memberikan begitu banyak peluang (kepada lawan) di babak pertama. Itu tentunya terjadi karena Chelsea banyak menyerang."

"Namun, kami selalu tampak berbahaya sepanjang laga dan saya berharap, dengan performa seperti itu, tim semakin percaya diri untuk fokus kepada usaha menjadi lebih baik," paparnya.

Tiga gol Chelsea diciptakan oleh Frank Lampard (14), John Terry (45), dan Juan Mata (80). Adapun gol-gol Arsenal berasal dari Robin van Persie (36, 85, 90), Andre Santos 49, dan Theo Walcott (55).

Menurut catatan Soccernet, selama pertandingan, Arsenal menguasai bola sebanyak 48 persen dan menciptakan tujuh peluang emas dari 13 usaha. Adapun Chelsea melepaskan tujuh tembakan akurat dari 14 percobaan.

"Robin van Persie sedang berada di level performa terbaik dan mengandalkan kualitasnya, ia mampu memanfaatkan peluang.  Kecerdasannya bergerak di sekitar kotrak penalti dan akurasi tembakannya luar biasa," kata Wenger lagi.

"Saya pikir, Laurent Koscielny luar biasa. Ia adalah salah satu bek yang tampak kuat pada babak pertama. Namun, saya merasa pada babak pertama kami memberi Chelsea terlalu banyak ruang di lini pertahanan dan tengah kami. Pada babak kedua, kami lebih ketat mengawal wilayah kami. Kami berbahaya dalam menyerang, tetapi benteng kami tidak banyak mengalami masalah," pungkasnya.

Sumber :
Arsenal