Kamis, 21 Agustus 2014

Bola / Internasional

Timnas U-19 Siap Menggebrak Asia

Sabtu, 29 Oktober 2011 | 12:16 WIB

KUALA LUMPUR, KOMPAS.com  - Timnas Indonesia U-19 memulai perjalanan dalam kejuaraan regional. Dalam babak kualifikasi kejuaraan Asia Grup G, Indonesia akan melawan China, Australia, Singapura, dan Makau dalam rangkaian laga yang digelar di Malaysia.

"Tim Indonesia akan menghadapi tim China pada pertandingan pembukaan yang berlangsung tanggal 31 Oktober 2011," kata Asisten Tim Manajer U-19 Indonesia, Eddi Elison, saat dijumpai di Kuala Lumpur, kemarin.

Dikatakannya, babak kualifikasi Grup G ini seharusnya diselenggarakan di China, namun karena negara tersebut tidak bisa menyelenggarakan maka Malaysia sebagai markas besar AFC ditunjuk untuk menjadi penyelenggaranya.

Dalam babak kualifikasi yang berlangsung sejak 31 Oktober hingga 8 November 2011, tim U-19 akan membawa 24 orang pemain (hasil seleksi dari sejumlah daerah) yang selama ini telah dilatih selama satu tahun di Uruguay.

"Persiapan kami cukup matang. karena selain satu tahun berlatih di Uruguay juga 10 hari digodok di Dubai sebelum masuk ke Kuala Lumpur," ungkapnya.

Selama di Uruguay, kata dia, Timnas U-19 Indonesia ini mengikuti kompetisi di negara tersebut, bahkan salah satu pemain saat ini dikontrak bermain untuk Penarol (Uruguay) yaitu Syamsir Alam.

"Tapi sayangnya dia saat ini tidak bisa ikut U-19 karena usianya telah lewat dan kini menjadi salah satu pemain timnas U-23 dan ikut dalam timnas untuk SEA Games di Palembang nanti," tambahnya.

Edi mengatakan tim menargetkan lolos dalam babak kualifikasi ini dan menjadi juara satu atau dua dalam grup G tersebut. Dengan target tersebut tentunya timnas harus bertanding dengan sebaik-baiknya dan tidak boleh menganggap enteng lawan karena lawan semuanya berat.

"Tentu semua lawan berat. Tapi ada keyakinan, Timnas U-19 Indonesia bisa meraih sukses karena ada keyakinan setelah melihat anak-anak berlatih baik di Uruguay maupun Dubai. Jadi harapannya kita harus lolos dalam babak kualifikasi ini," tandasnya.


Editor : Caroline Damanik
Sumber: