


KOMPAS.com — Antonio Cassano termasuk sosok kontroversial. Karena sifatnya itu pula, ia keluar-masuk timnas Italia. Meski dianggap memiliki potensi besar, ia tak selalu otomatis menghuni skuad "Gli Azzurri".
Dalam usianya yang sudah 29 tahun, pemain yang pernah membela AS Roma, Real Madrid, Sampdoria, dan kini AC Milan itu mulai lebih dewasa dan tenang. Ia pun kembali menjadi andalan timnas Italia.
Melawan Irlandia Utara dalam kualifikasi Piala Eropa 2012, Selasa (11/10/2011), ia mencetak dua gol, dan Italia pun menang 3-0. Ini gol keenamnya dalam 10 pertandingan kualifikasi Euro 2012 yang ia jalani.
Cassano memiliki harapan besar bersama timnas Italia. Bahkan, ia ingin mengakhiri karier dengan kejayaan bersama Italia. Berikut wawancara Cassano dengan Rai Sport.
Bagaimana pendapatmu tentang timnas Italia?
"Aku sudah 10 tahun berada di timnas Italia, tetapi baru bermain 25 kali. Aku selalu keluar dan masuk."
Bagaimana harapanmu ke depan dengan timnas?
"Aku berharap mulai sekarang sampai Piala Dunia (2014) bisa terus masuk timnas, baru kemudian pensiun. Aku ingin bermain bagus di Euro 2012 dan juga Piala Dunia, baru kemudian pensiun."
Apa yang kamu lakukan setelah pensiun?
"Aku pensiun pada usia 33 tahun nanti. Aku ingin menikmati hidup bersama keluarga. Bagiku, sepak bola menjadi hal yang paling indah di dunia. Namun, sekarang aku agak kelelahan."
Masih punya semangat bermain?
"Aku ingin bermain tiga tahun lagi dan kemudian selesai. Sebab, jika aku masih terus bermain, maka ini akan menjadi rutin dan rutin. Kondisi itu membuatku stres."
Cassano yang membantu Milan meraih scudetto musim lalu menyatakan terima kasihnya kepada Pelatih Timnas Italia, Cesare Prandelli. Sebab, katanya, ia membantunya untuk kembali berkarier di timnas.
Cassano masuk skuad Italia pada Piala Eropa 2004. Namun, dia kemudian ditinggalkan pada Piala Dunia 2006. Di Piala Eropa 2008, ia kembali dipanggil, tetapi ditinggalkan kembali. Begitu timnas ditangani Prandelli, dia mendapat kesempatan lagi.
Kenapa kamu keluar dan masuk timnas?
"Olahraga memberi apa yang sudah Anda tanam. Aku tak terlalu cukup menanam, maka aku tak mendapat banyak. Jika Gianluigi Buffon (kiper Juventus) menang 10 kali, itu karena dia memang nomor satu di posisinya, sementara aku satu di antara sekian banyak."
Apa jasa Prandelli kepadamu?
"Prandelli memberiku banyak hal yang membuatkan yakin. Dia mengatakan memiliki kepercayaan kepadaku. Hubungann dia dengaku juga sangat dekat saat aku dalam masa perjuangan. Dia juga membantuku untuk mengawali karier di Milan dengan baik. Kami punya hubungan yang fantastis, spesial, dan aku ingin berterima kasih kepadanya."
Bagaimana peluang Italia di Euro 2012?
"Sekarang kami harus tetap menjaga konsistensi dan gaya permainan di Euro 2012. Menurutku, kami bisa terus melaju dan meraih prestasi besar."

