

JAKARTA, KOMPAS.com — Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Baharuddin Djafar mengatakan, aparat kepolisian sudah melakukan tugasnya memeriksa barang bawaan para suporter sepak bola yang akan menonton pertandingan penyisihan Grup E Piala Dunia 2014 zona Asia antara Indonesia dan Bahrain, Selasa (6/9/2011) malam.
Baharudin mengatakan, polisi sudah mencegah para pendukung membawa petasan, senter laser, botol minuman, dan benda-benda tajam sebelum masuk Stadion Utama Gelora Bung Karno. Namun, aparat keamanan kecolongan terhadap munculnya petasan di tengah pertandingan, terutama dari tribun atas atau tribun dengan harga tiket termurah, yaitu Rp 50.000.
"Kemungkinan begini, aparat sudah memeriksa barang bawaan dan sebagainya. Sudah ada salah satu temannya di dalam (stadion). Nah, teman yang masih di luar memberikannya melalui jeruji-jeruji pagar stadion ke teman yang di dalam, baru dia masuk lagi," ungkap Baharudin di sela koordinasi bersama pihak PSSI di kantor PSSI, Selasa malam.
Akibat insiden ini, Baharuddin mengatakan, polisi sudah menangkap empat orang yang diduga melakukan pembakaran petasan dan mengamankannya di Polda Metro Jaya. "Sedang kami proses sekarang," ujarnya.
Para pendukung timnas berulah seusai gol kedua Bahrain yang dicetak oleh penyerang Bahrain, Ismaeel Abdullatif, pada menit ke-72. Mereka merasa tidak puas serta menyalakan kembang api dan petasan kembang api hingga melempar botol ke arah lapangan.
Pertandingan itu sempat dihentikan hampir 20 menit. Pertandingan ini pun ditutup dengan kekalahan Indonesia 0-2 dari Bahrain.

