Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Penggabungan LPI-ISL Dimulai di Medan

Kompas.com - 12/08/2011, 23:24 WIB

MEDAN, KOMPAS.com Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin Husin, mengatakan, penggabungan semua klub dari Liga Primer Indonesia (LPI) ke klub-klub yang berlaga di Indonesia Super League (ISL) maupun Divisi Utama dimulai dari Medan.

"Hari ini pencanangan penggabungan seluruh klub LPI ke klub-klub ISL maupun Divisi Utama. Ini dimulai dengan bergabungnya Bintang Medan dengan PSMS. Namanya ketika mengikuti kompetisi nanti tetap PSMS Medan," katanya di Medan, Jumat (12/8/2011).

Dengan penggabungan itu, lanjut Djohar, lima syarat yang diminta AFC/FIFA harus dipenuhi. Adapun kelima persyaratan itu di antaranya status legal dari pemerintah dan dana yang menjadi tanggung jawab penuh pihak konsorsium.

"Dengan demikian, PSMS tidak akan menggunakan APBD lagi di masa mendatang," katanya.

Persyaratan ketiga adalah infrastruktur. Artinya, Wali Kota Medan selaku Ketua Umum PSMS akan memperbaiki Stadion Teladan agar sesuai dengan persyaratan yang telah ditetapkan AFC/FIFA. Persyaratan keempat, harus melakukan pembinaan terhadap para pesepak bola muda dan terakhir terkait organisasi.

"Untuk organisasi ini, Wali Kota telah menyatakan kesiapannya untuk membenahi organisasi dan bertanggung jawab dengan kegiatan PSMS," ujarnya.

Menurut dia, kelima persyaratan AFC/FIFA tersebut mudah-mudahan telah dipenuhi PSMS. Oleh karenanya, dia berharap PSMS dapat lolos ketika dilakukan verifikasi oleh tim dari AFC/FIFA.

"Insya Allah PSMS lolos verifikasi sehingga bisa ikut kompetisi level atas," ujarnya.

Dari keseluruhan klub baik LPI maupun ISL, menurut dia, baru PSMS dan Bintang Medan yang melakukan penggabungan. Apa yang dilakukan PSMS dan Bintang Medan akan diikuti klub-klub lainnya.

"Untuk itu, keikhlasan Bintang Medan patut kita hargai, begitu juga dengan konsorsium LPI, salut kita kepada mereka. Sebab, mereka menyatakan kesiapannya untuk membantu tim-tim di Indonesia baik yang berasal dari bekas ISL maupun Divisi Utama," jelasnya. (ANT)

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com