


Madrid mendapatkan energi luar biasa setelah mengalahkan musuh bebuyutannya, Barcelona, di final Piala Raja Spanyol pekan lalu. Kemenangan pertama kali dalam tujuh laga terakhir melawan Barcelona itu mendongkrak kepercayaan diri dan motivasi pemain Madrid.
Pada laga lanjutan Liga Spanyol melawan Valencia, Pelatih Madrid Jose Mourinho menyimpan sebagian besar pemain utama, hanya menyisakan Iker Casillas, Ricardo Carvalho, Raul Albiol, dan Karim Benzema.
Mourinho menurunkan Higuain yang baru pulih dari cedera sejak menit awal berduet dengan Karim Benzema. Kedua ujung tombak itu disuplai umpan-umpan brilian dari pengatur permainan Kaka.
Madrid empat kali menjebol gawang Valencia sebelum turun minum melalui Benzema pada menit ke-23, delapan menit kemudian Higuain mencetak gol, disusul oleh Kaka pada menit ke-39, dan Higuain kembali mencetak gol tiga menit sebelum jeda. Di babak kedua, Higuain dan Kaka masing-masing mencetak satu gol.
Valencia memperkecil ketertinggalan melalui Roberto Soldado saat laga berjalan satu jam, disusul gol Jonas Goncalves Oliveira dan Jordi Alba.
Penampilan pemain pelapis Madrid serta kembalinya penampilan Higuain dan Kaka menjadi bekal meyakinkan menjelang el clasico seri ketiga tahun ini pada 27 April. Madrid akan menjamu Barcelona pada laga pertama semifinal Liga Champions, laga kedua di Nou Camp pada 3 Mei.
Mourinho pun puas dengan penampilan Kaka dan optimistis pemain asal Brasil itu bakal memerankan posisi kunci pada akhir musim ini. Pada laga di Mestalla, Kaka tampil gemilang dengan mencetak dua gol dan membangun dua gol lainnya. Kaka juga tampil 90 menit penuh tanpa menunjukkan tanda-tanda kesakitan pada cederanya.
”Dia memainkan sebuah pertandingan yang sangat fantastis. Ini fantastis untuk kepercayaan dirinya dan sekarang kami memiliki enam atau tujuh pertandingan di mana kami membutuhkan Kaka dalam permainan terbaiknya,” ujar Mourinho.
”Dia akan terus berkembang dan apa pun yang dilakukannya musim ini akan membantu dia kembali ke penampilan terbaiknya tahun depan,” ujar Mourinho.
Madrid menjadi tim pertama yang menceploskan enam gol
Barcelona sendiri menjaga jarak aman dengan Madrid setelah menang 2-0 atas Osasuna. Barcelona mengoleksi 88 poin, delapan poin di atas Madrid.
Pada laga ini, Barcelona mendominasi penguasaan bola, tetapi kesulitan menembus pertahanan Osasuna yang disiplin. David Villa menjebol gawang Osasuna pada menit ke-24, yang merupakan gol ke-18 musim ini. Ini juga gol pertamanya setelah mandul dalam 11 laga sebelumnya bersama Barcelona. Gol kedua baru tercipta pada menit ke-87 melalui Lionel Messi.
Pelatih Barcelona Pep Guardiola kurang sukses dengan rotasi pemainnya dan menyisakan empat pemain inti. Tanpa Xavi dan Iniesta, Barca kurang mampu menunjukkan penampilan terbaik. Beruntung ada Jeffren Suarez yang rajin mencari bola.

