Jumat, 31 Oktober 2014

Bola / Regional

Selly, Janda Korban KDRT

Senin, 28 Maret 2011 | 13:07 WIB

DENPASAR, KOMPAS.com — Selly Yustiawati alias Rasellya Rahman Taher, tersangka kasus penipuan yang selama setahun terakhir menjadi buronan polisi, ternyata pernah menikah dan dikaruniai seorang putra. Namun, pernikahannya hanya berlangsung singkat karena sikap ringan tangan sang suami.

"Saya sudah pisah tahun 2006 karena KDRT," kata Selly kepada Kompas.com di Mapolsek Denpasar Selatan, Senin (28/3/2011). "Dipukul, karena dulu suami saya masih suka nongkrong dan mabuk, waktu itu dia masih kuliah dan saya kerja," imbuh Selly, menceritakan perilaku buruk mantan suaminya.

Bahkan, sebuah luka di kaki kirinya akibat tindakan kasar mantan suami masih berbekas sampai sekarang. "Ini dipukul waktu saya pulang kerja, dulu saya masih kerja di Patra Jasa sebagai sekretaris," kenang Selly sambil menunjukkan lukanya.

Namun, saat ditanya apakah sepak terjangnya sebagai penipu merupakan pelampiasan dari kegagalan pernikahannya, Selly dengan tegas membantah. "Itu kan sudah tahun 2006, saya mulai pinjam uang tahun 2009," bantahnya.

Dari pernikahan ini, Selly dikaruniai seorang putra yang kini telah berusia 4 tahun. "Anak saya sekarang ikut orangtua di Cipulir," jelasnya.

Seusai gagal dalam menjalani kehidupan rumah tangga bersama mantan suaminya, Selly sempat dekat dengan beberapa pria, dan yang terakhir adalah Bima, seorang mahasiswa universitas negeri ternama di Yogyakarta. "Bima sudah tau Selly itu siapa, dan dia bilang yang udah ya udah," ucap Selly.

Namun, kisah cintanya dengan Bima harus terhalang kasus hukum yang kini menjeratnya. Sabtu (26/3/2011), Selly ditangkap saat sedang berlibur bersama Bima di Hotel Amaris, Denpasar.


Editor : Glori K. Wadrianto