

Madrid, Rabu -
Barcelona melaju setelah pada laga kedua menang 3-0 atas Almeria. Tiga gol ”El Barca” dicetak Adriano, Thiago Alcântara, dan Ibrahim Afellay. Kemenangan ini melengkapi kesuksesan sebelumnya di Stadion Nou Camp. Dengan menang 3-0 pada laga kedua, Barca unggul agregat 8-0.
Adapun Real Madrid sukses menyingkirkan juara bertahan Sevilla. Setelah menang 1-0 pada laga pertama, Madrid tak terbendung untuk mencatat kemenangan keduanya, 2-0. Dua gol Madrid diborong oleh Mesut Oezil dan Emmanuel Adebayor.
Pertemuan Barca dan Madrid sangat ideal karena keduanya kini sama-sama berada di peringkat teratas Liga Spanyol. Barca yang berada di peringkat pertama unggul tujuh poin atas Madrid yang berada di urutan kedua. Final Copa del Rey akan digelar di Stadion Olimpico de Sevilla pada 22 April 2011.
Buat Pelatih ”El Real” Jose Mourinho, laga ini menjadi kesempatan emas meraih gelar pertama untuk timnya. Namun, perjuangan Mourinho tentu saja tidak akan mudah. Pemain Barca sudah menampar Mourinho di ajang ”El Clasico” dengan kemenangan mencolok 5-0. ”Saya tidak mau berspekulasi soal hasil final. Sejarah telah menunjukkan bahwa mereka lebih layak diunggulkan,” kata Mourinho.
Jika melihat sejarah Piala Raja Spanyol, pertemuan Barca dengan Madrid di final kali ini adalah yang keenam. Dari lima pertemuan sebelumnya, Barca menang tiga kali, sedangkan Real Madrid hanya dua kali. Pertemuan terakhir kedua tim di final terjadi tahun 1990. Ketika itu Barca tampil sebagai kampiun dengan kemenangan 2-0.
Barcelona sendiri terakhir kali menjuarai Copa del Rey tahun 2009 dengan mengalahkan Athletic Bilbao, 4-1. Adapun Real Madrid terakhir kali menjuarai turnamen ini tahun 1993 dengan mengempaskan Real Zaragoza.
Berbeda dengan Mourinho, Manajer Umum Madrid Jorge Valdano justru cukup optimistis dengan timnya. ”Kami ada di sini untuk menantang Barca. Itu menjadi tanggung jawab dan kewajiban kami,” ujar Valdano.
”Ada jarak sekitar dua bulan untuk pertandingan final dan
Pelatih Barcelona Pep Guardiola lebih santai menilai pertemuan timnya dengan Madrid. ”Dua kali tampil di final dalam tiga tahun terakhir sudah cukup menjelaskan,” katanya.

