Kamis, 31 Juli 2014

Bola / Liga Indonesia

Kenapa Persebaya 1927?

Senin, 10 Januari 2011 | 17:24 WIB

SURABAYA, KOMPAS.com — Komisaris Persebaya sepakat untuk menambah nama menjadi Persebaya 1927. Penambahan tersebut agar mendapatkan izin dari Kepolisian Daerah Jawa Timur untuk penyelenggaraan Liga Primer Indonesia, yaitu pertandingan Persebaya melawan Bandung FC di Stadion Tambaksari Surabaya, Senin (10/1/2011).

Dalam pertemuan tertutup dengan Wakil Kapolda Jatim Brigjen (Pol) Bambang Wahjono dan Kepala Kepolisan Resor Kota Besar Surabaya Komisaris Besar Coki Manurung di Mapolda Jatim diungkapkan bahwa Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) merekomendasikan agar Persebaya menambah "1927" atau "Indonesia" pada nama Persebaya. 

"Kami hanya menoleransi dan memutuskan untuk memakai nama Persebaya 1927," tutur Komisaris Utama PT Persebaya Indonesia Saleh Ismail Mukadar didampingi CEO Pengelola PT Persebaya Indonesia Llano Mahardika, Komisaris I PT Persebaya Indonesia Samsudin, dan Sekretaris Panpel Ram Surahman.

Menurut Saleh, penambahan tersebut sesuai dengan fakta bahwa Persebaya lahir tahun 1927. "Jangan sampai ganti nama karena malah melanggar hukum," ujarnya.

Dia mengingatkan bahwa nama Persebaya terdaftar di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia. Bila tidak lagi menggunakan nama Persebaya, artinya terjadi pelanggaran hukum. "Kalau yang dibentuk Nurdin Halid paling hanya disaksikan  2.000-3.000 orang, sedangkan kami akan disaksikan 20.000-30.000 orang sehingga menunjukkan kami memiliki fakta hukum, sejarah, dan lapangan," paparnya.

Coki mengatakan, pertandingan Persebaya 1927 dan Bandung FC tetap digelar. Untuk itu, pihaknya menyiagakan 1.500 personel untuk pertandingan tersebut. "Mereka sudah menambah nama, jadi pertandingan bisa digelar," kata Coki.

Sementara itu, puluhan bonek berunjuk rasa di depan Mapolda Jatim. Mereka mendesak agar Persebaya tetap menggunakan nama seperti biasanya.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Editor : Marcus Suprihadi