Minggu, 27 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Final AFF 2010
Andi: Wajar Tiket di Indonesia Lebih Mahal
A. Wisnubrata | Kamis, 23 Desember 2010 | 13:36 WIB
|
Share:
TRIBUN NEWS/DANY PERMANA
Penonton pemilik tiket semenara yang akan menyaksikan laga semifinal Piala AFF Indonesia vs Filipina, di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta Selatan, Minggu (19/12/2010), menuntut janji panitia yang akan memberikan tiket resmi kepada para pemilik tiket sementara. Indonesia akan melawan Filipina dalam semifinal leg ke 2 Piala AFF, dengan modal kemenangan 1-0 pada leg pertama.

JAKARTA, KOMPAS.com — Harga tiket final Piala AFF 2010 di Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Malaysia, ternyata jauh lebih murah dibandingkan dengan di Indonesia. Harga tiket tertinggi di Bukit Jalil adalah sekitar Rp 150.000, sementara di Indonesia harga tiket termahal adalah Rp 1.000.000. Lantas, apa tanggapan Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng?

Secara umum, Andi mengatakan, fakta bahwa tiket di Indonesia lebih mahal adalah hal yang wajar. Andi beralasan, laba penjualan harga tiket yang mahal, utamanya untuk kelas VVIP dan VIP, dapat menjadi subsidi bagi konsumen tiket kelas tribune. "Harga tiket PSSI jauh lebih besar, wajar. Kita berikan subsidi bagi tiket yang dijual Rp 50.000," kata Andi kepada para wartawan di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (23/12/2010).

Harga tiket murah karena adanya subsidi, kata Andi, membuka peluang bagi masyarakat tak mampu untuk membeli dan menonton partai final Indonesia melawan Malaysia yang digelar di Gelora Bung Karno, Jakarta, pada 29 Desember mendatang.

Andi mengakui, soal harga tiket final di Malaysia yang jauh lebih murah baru diketahuinya dari seorang stafnya. "Keuntungan yang diperoleh penyelenggara Malaysia tidak akan setinggi yang didapat PSSI," katanya.