Jumat, 10 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Aset Liverpool Mau Digadaikan
Tjatur Wiharyo | Rabu, 08 September 2010 | 00:42 WIB
|
Share:

LIVERPOOL, KOMPAS.com - Pemilik Liverpool, Tom Hicks dan George Gillet, disebut Soccernet berniat membayar utang mereka dengan menggadaikan aset klub, misalnya stadion, pusat latihan, pemain, dan penerimaan siaran televisi. Namun, dikatakan pula, direksi Liverpool akan berjuang menjegal agenda Hicks-Gillet.

Hicks-Gillet berutang sebanyak 237 juta poundsterling kepada Royal Bank of Scotland (RBS). Menurut pemberitaan di Inggris, RBS akan mengambil alih Liverpool bila Hicks-Gillet tak membayar utang sampai 6 Oktober mendatang.

Hicks-Gillet berencana menjual klub demi membayar utang itu. Media-media Inggris pun menyebut ada sedikitnya lima pemilik modal mau berinvestasi di Anfield. Namun, sejauh ini, tak ada kejelasan soal agenda tersebut. Seorang calon investor, Kenny Huang, bahkan sudah mundur dari rencana pembelian karena lambatnya dan tidak jelasnya proses jual-beli.

Sementara begitu, Liverpool  terus dikejar tenggat utang dan membutuhkan solusi lain selain menjual kepemilikan. Mengingat mepetnya tenggat waktu, penggadaian aset menjadi solusi instan. Soccernet mengatakan, Liverpool bisa mendapatkan 290 juta poundsterling dari hasil menggadaikan aset klub, seperti tersebut di atas.

Hicks dan Gillet sendiri masuk dalam direksi klub, yang terdiri dari lima orang. Dengan begitu, direksi Liverpool berpeluang menjegal rencana Hicks-Gillet karena akan ada tiga suara yang menolak agenda tersebut. Namun, Soccernet mengaku mengerti, Hicks-Gillet akan menempuh langkah hukum bila rencana mereka dijegal. (SCN)