


LONDON, KOMPAS.com — Rivalitas antara Carlo Ancelotti dan Jose Mourinho tak kunjung mereda. Meski keduanya tak bersaing di liga yang sama, Ancelotti dan Mourinho tetap tak bisa menjadi teman baik. Namun, mereka memiliki rasa saling menghormati dan mengagumi.
Ancelotti dan Mourinho memiliki sejarah yang panjang. Awalnya, keduanya berteman tujuh tahun lalu. Ketika itu, Ancelotti yang masih melatih AC Milan bertemu Mourinho (saat itu masih melatih FC Porto) pada final Piala Super Eropa. Keduanya bertemu dan saling melantunkan pujian.
Namun, keadaan menjadi berubah saat "The Special One" pindah ke Inter Milan yang notabane musuh besar Milan. Saat itu, Ancelotti masih menangani Milan. Baik perseteruan maupun perang urat saraf di antara kedua pelatih terus terjadi, baik di dalam maupun di luar lapangan. Saat Ancelotti sudah menangani Chelsea pun terkadang masih ada saling sindir di antara keduanya lewat media.
"Sebelum pertandingan Liga Champions antara Inter dan Chelsea (musim lalu), kami melakukan gencatan senjata. Kami bertemu di koridor San Siro dan kami membuat kesepakatan. Tak boleh lagi ada polemik atau drama," kata Ancelotti kepada La Repubblica.
"Kami tidak pernah benar-benar menyukai satu sama lain. Tapi, karena saya sudah berada di Inggris, pandangan saya telah berubah. Ketika saya memenangi Premier League, dia mengirimkan saya SMS. Dan, saya membalasnya ketika dia memenangkan Liga Serie-A," ungkap Carletto.
"Saya pikir kami tak bisa berteman, tapi ada rasa hormat yang tulus di antara kami," pungkasnya. (LR)

