


LONDON, KOMPAS.com - Pelatih Chelsea, Carlo Ancelotti, mendukung keputusan pelatih tim nasional Inggris, Fabio Capello, yang tetap memasukkan nama Wayne Rooney di daftar skuad "The Three Lions" pada lanjutan laga kualifikasi Piala Eropa 2012 lawan Swiss, Selasa (7/9/2010) atau Rabu dini hari WIB.
Kendati saat ini Rooney tengah menjadi santapan media lantaran kasus perselingkuhannya dengan seorang pekerja seks komersial (PSK) bernama Jenny Thompson terkuak, Capello tampaknya tak ingin terlalu memusingkan masalah ini. Pelatih berdarah Italia itu bahkan dengan tegas mengatakan akan tetap membawa sang striker ke Basel, Swiss.
Keputusan ini pun didukung penuh rekan pelatih yang juga berkebangsaan Italia, Ancelotti. Pelatih Chelsea itu pernah mengalami kejadian serupa di klubnya musim lalu. Saat itu, dua pemain "The Blues", John Terry dan Ashley Cole, juga terlibat kasus perselingkuhan dengan pasangannya masing-masing.
Namun, seperti diakui Ancelotti, kejadian ini tidak memengaruhi performa mereka di atas lapangan hijau. Menurut pelatih yang kerap disapa Don Carlo itu, pemain profesional mampu memisahkan masalah pribadi dengan pekerjaan mereka. Eks pelatih AC Milan ini juga mengatakan, bahwa seorang pelatih yang bagus sebaiknya bertindak apabila masalah seperti ini memberi dampak buruk pada tim.
"Seorang pelatih harus bisa melihat apakah masalah ini berdampak di tempat latihan atau pemain mampu menjaga masalah ini untuk tetap berada di luar lapangan. Pelatih bisa melakukan hal itu saja," kata Ancelotti.
"Pemain hebat bisa melakukan hal tersebut. Menurut saya, ini adalah sesuatu yang sangat mungkin. Apa yang terjadi pada John Terry dan Ashley Cole musim lalu merupakan contoh yang bagus," tambahnya.
Sejak resmi melatih Chelsea dan pindah ke Inggris tahun lalu, Ancelotti mengaku terkejut oleh pemberitaan besar-besaran perihal kehidupan pribadi pemain. Ancelotti mengatakan, hal ini merupakan salah satu yang masih ia terus pelajari selama bekerja di lingkungan Premier League.
"Saya tidak mengerti karena terlalu banyak ketertarikan yang terjadi di dalam kehidupan pribadi para pemain. Saya tahu mereka harus menunjukkan imej di luar tempat latihan, tapi bagi saya hal ini sangatlah aneh, apa yang terjadi di luar lapangan justru lebih menarik," tutur Ancelotti.
"Saya tidak tertarik jika pemain tidur pukul delapan malam atau 12 malam. Saya hanya tertarik jika pemain bisa melakukan 100 persen saat mereka sedang berlatih. Saya tidak melakukan kontrol, saat saya berada di Italia, apa yang terjadi di luar lapangan, tetap berada di luar lapangan," pungkasnya.

