


LONDON, KOMPAS.com - Pelatih tim nasional Inggris, Fabio Capello, menilai Joe Hart bakal bisa terus bersinar hingga ia menjelma salah satu penjaga gawang terbaik dunia, jika ia mampu menjaga fokus bertandingnya.
Musim ini, Hart sukses mendapat posisi kiper utama di klubnya, Manchester City dan juga timnas. Perjudian Capello memilih Hart sebagai pilihan pertamanya terjawab saat "The Three Lions" melumat Bulgaria, 4-0. di kualifikasi Piala Eropa 2012, Jumat (3/9/2010).
Capello sendiri cukup berpengalaman bekerja dengan kiper terbaik dunia. Pelatih berusia 64 tahun itu pernah menangani Gianluigi Buffon, saat melatih Juventus, dan Iker Casillas, kala membesut Real Madrid.
Dari sejumlah pengalaman inilah, Capello bisa mengatakan bahwa Hart bisa menjadi salah satu seperti Buffon atau Casillas di masa depan. "Saya pernah bekerja dengan Casillas dan Buffon. Saya bisa katakan bahwa Joe Hart pemain yang bagus, penjaga gawang yang sangat bagus," kata Capello.
"Roberto Mancini telah memilih Hart (sebagai kiper utama) di Manchester City, dan saya memilih dia di timnas Inggris. Tahun lalu, saat bermain di Birmingham City, Hart berkembang pesat. Hal ini merupakan sesuatu yang sangat penting. Hart pemain yang bagus, ia masih muda dan masih bisa berkembang. Ia masih harus bekerja keras, tapi ia punya kepribadian yang diperlukan setiap kiper,"
"Satu hal yang saya ingat adalah saat Hart berada di timnas U-21. Ia selalu punya kepercayaan diri, hal ini tidak berubah. Tapi sekarang, dengan fokus bertanding yang dimilikinya, kepribadian itu benar-benar meningkat,"
Capello sudah pernah memasukkan Hart di timnas senior saat pasukan "Tiga Singa" berlaga di Piala Dunia 2010. Namun Hart tak pernah dimainkan Capello. Pelatih berdarah Italia itu lebih memilih Robert Green dan kiper veteran David James ketimbang Hart.
Tapi kini Capello bisa berpendapat lain terhadap Hart. Eks pelatih AC Milan itu mengatakan, Hart kini adalah pemain yang berbeda dengan yang pertama kali ditemuinya dulu.
"Saya ingat ketika aku memanggil Hart dua tahun lalu. Ia bukan pemain yang sama dengan saat ini. Ia tidak mempunyai fokus bertanding dan berlatih yang sama. Ia mungkin terlalu dini masuk ke dalam tim utama, dan karena itu ia berpikir, "akulah yang terbaik, aku ada di sini,"," ungkap Capello.
"Anda harus bisa memahami apa yang ada di pikiran pemain muda. Terkadang hal seperti ini terjadi. Kini Hart telah berkembang pesat, ia bermain di Premier League tahun lalu. Hal ini sangat penting, karena Hart bermain di setiap laga," tutupnya.

