


LONDON, KOMPAS.com - Gelandang Tottenham Hotspur, Rafael Van der Vaart (VDV), mengaku sangat menghromati mantan klubnya, Real Madrid. Ia pun menolak menyalahkan siapa pun atas keputusan Madrid menjualnya ke "Spurs".
VDV bergabung dengan Spurs pada hari terakhir bursa transfer 2010, 31 Agustus lalu. Menurut pemberitaan di Inggris, Tottenham membeli VDV dengan harga delapan juta poundsterling.
Kepergian VDV menyisakan tanda tanya besar. Pasalnya, Jose Mourinho pernah menyebut bahwa Van der Vaart masuk dalam rencana skuadnya. Senada dengan hal itu, gelandang yang pernah memperkuat Ajax itu mengatakan akan berjuang keras demi mendapatkan tempat utama di skuad inti.
Nah, menurut media-media Spanyol, Direktur Olah Raga Madrid, Jorge Voladano, adalah aktor di belakang keputusan Madrid menjual Van der Vaart. Namun, VDV menolak mencari kambing hitam atas kepindahannya ini.
"Aku tidak ingin berbicara keburukan siapa pun. Aku sangat menghormati Madrid," kata Van der Vaart.
Van der Vaart mengaku tak bisa melupakan Madrid dalam hidupnya. Apalagi, penghargaan yang besar dari pendukung "Los Merengues" kepadanya. Karena itu, ia berharap bisa bertemu Madrid di pentas Liga Champions.
"Beberapa pendukung Madrid sedih bahwa aku dijual tetapi aku yakin kami akan bertemu lagi. Sebuah impian bisa kembali ke Bernabeu bersama "Spurs". Aku merasa seperti di rumah. Menyedihkan bagiku untuk pergi. Aku memiliki banyak teman baik di ruang ganti. Para pendukung memperlakukanku dengan baik. Aku menghormati Mourinho. Dia memenangkan segalanya," paparnya. (SW)

