


MADRID, KOMPAS.com — Direktur Olahraga Real Madrid Miguel Pardeza menyatakan tak pernah menegosiasikan transfer Rafael van der Vaart dengan Bayern Muenchen. Ia pun mengaku tak mengerti kenapa Pelatih Tottenham Hotspur Harry Redknapp menyebarkan berita bohong itu sebelum mengajukan proposal pembelian Van der Vaart yang diterima Madrid.
"Sama sekali tidak benar Real Madrid menerima penawaran 21 juta euro dari Bayern Muenchen untuk Van der Vaart," kata Pardeza.
"Kenyataannya, klub Jerman itu tak pernah menunjukkan minat kepada pemain tersebut. Jadi, tudingan yang dibuat (Redknaap) mengejutkan kami," lanjutnya.
Tottenham mengajukan proposal transfer beberapa jam sebelum bursa transfer ditutup, 31 Agustus lalu. Saat itu, Redknapp mengatakan bahwa Madrid menurunkan harga transfer Van der Vaart karena mepetnya tenggat waktu.
"Masih tarik-menarik. Kami telah melakukan sesuatu. Kami hanya menunggu kejelasan. Saya pikir, ia akan bergabung dengan Bayern Muenchen kemarin untuk harga 18 juta poundsterling," ujar Redknapp kala itu.
"Sekarang ia (bisa dibeli) dengan harga sekitar delapan juta poundsterling dan kami pikir, untuk harga itu, ia adalah pemain top. Saya berharap ini bisa terjadi. Ini adalah pekerjaan mepet," tambahnya.
Tottenham akhirnya mendapatkan Van der Vaart. Namun, karena proses transfer yang tergesa-gesa, sejumlah persyaratan transfer belum lengkap, termasuk surat kerja.
"Kami puas kesepakatan tuntas, tetapi ada masalah dalam pengiriman surat kerja," kata seorang juru bicara Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA).
Selain itu, transfer ini bukannya tak menempatkan Tottenham dalam risiko. Mepetnya tenggat waktu membuat mereka mencoret tes medis dari rangkaian proses penandatanganan kontrak. Meski begitu, Tottenham mengatakan bahwa itu bukan masalah.
"Ini bukan masalah tes medis. Kesepakatan sudah tercapai," kata seorang pejabat Tottenham seperti dikutip Daily Star. (DS)

