


MILAN, KOMPAS.com - Gelandang veteran AC Milan dan eks pemain tim nasional Italia, Genaro Gattuso, mengaku khawatir dengan kondisi timnas Italia saat ini. Menurut Gattuso, tanpa kehadiran Antonio Cassano dan Mario Balotelli, yang masih bergelut dengan cederanya masing-masing, Italia kini hanya mempunyai sedikit kualitas di dalam tim.
"Cassano dan Balotelli bukanlah sosok yang mendapat penilaian terlalu berlebihan, tapi yang paling penting adalah keduanya menempatkan diri mereka sebagai bagian dari tim. Mereka memberi servis pada tim, bukan sebaliknya," kata Gattuso pada harian Italia, La Reppublica.
"Masalah yang ada di timnas adalah anda bisa menghitung dengan jari pemain-pemain berbakat di Italia. Balotelli, dan mungkin Giovonco dan Cassano, keduanya sudah melewati usia 20 tahun," lanjutnya.
Meski meragukan masa depan timnas Italia, Gattuso menilai apa yang dilakukan pelatih Cesare Prandelli terhadap pasukan "Gli Azzurri" selama di bawah asuhannya sudah tepat. Pemain berusia 32 tahun itu yakin, pendekatan yang dijalani Prandelli bisa memberi dampak positif bagi Danielle De Rossi dkk.
"Kode etik yang dimainkan Cesare Prandelli sudah benar. Tak ada satu pun tim yang bisa meraih sesuatu tanpa pengorbanan. Hal pertama yang perlu dilakukan timnas adalah meningkatkan respek dari pihak-pihak lain," ujar Rino, sapaan karibnya.
"Timnas tidak akan pernah kekurangan sosok pemimpin. Andrea Pirlo bisa menarik orang di atas lapangan, dan ia adalah sosok orang yang mempunyai sikap sangat bagus di dalam ruang ganti. Dan bila seorang pemimpin didefinisikan dengan orang yang mampu bertanggung jawab, maka Danielle De Rossi adalah orangnya. De Rossi terlahir untuk menjadi seorang pemimpin," tegasnya.
Italia akan memulai laga kualifikasi Piala Eropa 2012 dengan menghadapi Estonia, Jumat (3/9/2010). Kemenangan bisa menjadi modal penting sekaligus meningkatkan kepercayaan diri bagi skuad "La Nazionale". Pasalnya, sepanjang tahun ini, Italia belum pernah sekalipun meraih kemenangan.Bahkan di Piala Dunia 2010 kemarin, Italia, yang datang sebagai juara dunia bertahan harus rela pulang lebih awal, setelah tak mampu lolos dari penyisihan grup.(FBI)

