


LONDON, KOMPAS.com — Gelandang anyar Tottenham Hotspur, Rafael van der Vaart, mengungkapkan, dirinya memutuskan meninggalkan Real Madrid karena lelah berusaha membuktikan diri tanpa mendapatkan penghargaan yang pantas.
Transfer Van der Vaart terjadi begitu menegangkan karena Tottenham mengajukan proposal hanya beberapa jam sebelum bursa ditutup, 31 Agustus lalu. Menurut Van der Vaart, itu adalah pertama kalinya Tottenham mengontaknya.
"Itu terjadi begitu cepat. Kami mencapai kesepakatan (31 Agustus kemarin). Itu adalah pertama kalinya mereka menghubungiku, yaitu beberapa jam sebelum batas akhir dan semuanya terjadi begitu cepat. Aku sangat gembira, kedua klub gembira. Jadi, sekarang semuanya bagus," ungkap Van der Vaart.
"Aku berjuang untuk sesuatu yang hilang, meski aku tak merasa seperti aku kehilangan sesuatu. Aku memainkan 58 pertandingan dan mencetak 12 atau 13 gol dan mendapatkan cukup banyak jam bermain musim lalu. Namun, pada saat tertentu, Anda harus selesai berjuang. Anda harus merasa dihargai dan dihormati."
"Relasiku dengan pendukung hebat, tetapi dengan klub, tidak sangat istimewa. Aku menghadapi tantangan baru dan aku fokus kepada itu. Kompetisi di Inggris begitu indah. Aku bermain di Jerman, Belanda, Spanyol, dan sekarang di Inggris. Tak mungkin akan mendapatkan yang lebih baik lagi," paparnya. (SKY)

