Minggu, 27 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Demi Togo, Adebayor Berani Mati
Tjatur Wiharyo | Rabu, 11 Agustus 2010 | 06:15 WIB
|
Share:

MANCHESTER, KOMPAS.com — Penyerang Togo dan Manchester City, Emmanuel Adebayor, mengaku siap mati demi negaranya, tetapi bukan dengan cara atau untuk tujuan yang murah.

Hal itu berkaitan dengan insiden penembakan yang menewaskan sejumlah kontingen tim nasional Togo ketika dalam perjalanan ke Angola. Togo kemudian mengundurkan diri dari turnamen itu.

Tak lama setelah itu, anak Adebayor lahir dan ia memutuskan mundur. Ia menilai, tim nasional dan negaranya kurang serius menangani timnas. Ia khawatir, bila itu terus berlangsung, nyawanya akan kembali berada dalam ancaman.

Meski begitu, Adebayor menyatakan siap kembali asal pemerintah dan tim nasional membenahi diri.

"Ada banyak masalah organisasional dan kapan pun kami mencoba melakukan sesuatu pada masa-masa ini, itu malah berujung negatif. Namun, aku mencoba menjelaskan banyak hal mengenai tim nasional dan berusaha membantu negaraku. Aku menjadi fokus utama ketika masalah muncul dan orang-orang menunjukku sebagai penyebab," ujarnya.

"Segalanya berubah drastis tahun lalu. Aku memiliki putri sekarang dan aku menjadikannya prioritas. Aku tak akan menempatkan diriku dalam situasi di mana aku mempertaruhkan keselamatanku, terutama setelah apa yang terjadi di Angola."

"Bila organisasi maju dan segalanya menjadi lebih baik, aku tentu akan bermain untuk Togo lagi. (Tak membela timnas) merupakan keputusan sulit yang pernah kuambil dalam hidupku."

"Aku bisa memilih mengorbankan hidupku untuk negara, tetapi tidak dengan cara yang murah. Itu adalah situasi saat ini dan aku tidak siap menerimanya," papar Adebayor. (SCN)