Minggu, 27 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
LIGA INGGRIS
O'Neill Mundur sebagai Perlawanan atas Kebijakan Bos Aston Villa
Rabu, 11 Agustus 2010 | 03:45 WIB
|
Share:

Mundurnya Martin O’Neill sebagai Pelatih Aston Villa sebenarnya sudah jadi bahan perbincangan di berbagai forum internet, Maret lalu. Meski begitu, ketika pelatih asal Irlandia Utara berusia 58 tahun itu benar-benar mundur pada Senin (9/8) lalu, banyak pihak tetap terkejut.

Keterkejutan itu lebih pada soal pemilihan waktu (timing) yang hanya lima hari menjelang kick off Liga Inggris. ”Tentu sedikit mengejutkan,” kata Brad Guzan, kiper Aston Villa, kepada Associated Press. ”Saya tak tahu (mengapa). Yang jelas, kami sudah menemukan jalan melangkah ke depan dan siap memulai musim kompetisi ini.”

Mengapa O’Neill mundur dari klub yang tiga musim terakhir diangkatnya ke eselon atas atau masuk enam besar Liga Inggris? Mengingat ia tipe orang yang lebih mengedepankan prinsip di atas soal untung-rugi, tentu ia mundur bukan karena ia tidak ditawari kenaikan gaji.

Saat mengumumkan mundur lewat pernyataan bersama Direktur Eksekutif Paul Faulkner di situs Villa (www.avfc.co.uk), O’Neill tidak menjelaskan alasan mundur dari klub Birmingham itu. ”Jelas sedih pergi dari klub yang luar biasa ini,” katanya.

Meski tidak terucap, alasan mundur O’Neill tak lepas dari sikap frustrasinya atas kebijakan transfer Villa. Setelah kehilangan Gareth Barry musim lalu, musim ini ia bakal kehilangan James Milner yang bakal dijual ke Manchester City. Ashley Young juga bakal dilepas ke Tottenham Hotspur.

Milner dan Young tengah naik daun berkat polesan O’Neill. Bukannya menyuntikkan pemain baru, klub milik pengusaha Amerika Serikat, Randy Lerner, itu malah menggerogoti kekuatan sendiri dengan menjual sebagian bintangnya agar kondisi keuangan klub itu sehat.

O’Neill mendapat respek dari koleganya dan publik bola Inggris berkat suksesnya membawa Villa mendekati papan atas Liga Inggris dengan stok pemain yang pas-pasan dengan mayoritas pemain asli Inggris. Selain masuk enam besar liga tiga musim terakhir, Villa di bawah O’Neill juga lolos ke final Piala Liga dan semifinal Piala FA.

Atas kejeniusannya itu, ia sempat disebut-sebut sebagai kandidat pengganti Sir Alex Ferguson. Sebelum Liverpool menggaet Roy Hodgson, namanya juga sempat dikaitkan sebagai arsitek di Anfield.

Bagi suporter Villa, mundurnya O’Neill jelas kehilangan besar. Siapa pun penggantinya belum tentu sekaliber dia dalam memotivasi pemain. (SAM)