


LIVERPOOL, KOMPAS.com — Pemilik Liverpool, Tom Hicks dan George Gillet, mengharapkan saham mereka dibeli oleh pengusaha Kirdi Yahya, yang mengajukan penawaran 600 juta poundsterling. Nilai ini diklaim oleh media-media Inggris sebagai penawaran tertinggi saat ini.
Hicks dan Gillet membeli Liverpool dengan uang utang dari Royal Bank of Scotland (RBS) sebesar 237 juta poundsterling tiga tahun silam. Mereka bermasalah dalam proses pembayaran sehingga jumlah itu, menurut pemberitaan di Inggris, kini mencapai 350 juta poundsterling akibat denda dan bunga.
Atas desakan RBS, keduanya akhirnya memutuskan menjual saham mereka dengan nilai yang diklaim media-media Inggris mencapai 800 juta poundsterling. Sejauh ini, tawaran Kirdi adalah yang paling mendekati permintaan itu.
Adapun saingan Kirdi, pengusaha asal China, Kenny Huang, sudah menjelaskan cuma akan membayar sejumlah utang yang ditanggung Hicks-Gillet. Namun, mereka menjanjikan anggaran transfer besar setiap musimnya.
Ketua Liverpool, Martin Broughton, mengatakan, keputusan final berada di tangan rapat direksi. Namun, sumber Daily Mirror yang dekat dengan Hicks-Gillet mengatakan, keputusan final berada di tangan kedua orang itu.
"Liverpool tak akan dijual, kecuali kesepakatan diterima oleh pemilik saat ini. Perhitungan mereka soal nilai jual klub ini tak berubah dan lucu bila ada yang berpikir bahwa akan ada penawaran di luar kriteria itu akan diterima, terlepas dari keputusan direksi," kata sumber itu.
Sementara itu, baik Kirdi maupun Huang disebut berharap negosiasi selesai setidaknya akhir pekan depan. Dengan begitu, mereka masih punya waktu untuk belanja pemain. (MIR)

