Minggu, 27 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kirdi Desak Percepatan Jual-Beli Liverpool
Tjatur Wiharyo | Jumat, 06 Agustus 2010 | 09:01 WIB
|
Share:

LIVERPOOL, KOMPAS.com — Pengusaha asal Siria, Yahya Kirdi, mendesak manajemen Liverpool menyelesaikan negosiasi jual-beli klub itu dengannya sebelum Premier League 2010-2011 bergulir, akhir pekan depan.  Hal ini dikatakan konsultan Kirdi, Dan Diamond, kepada Daily Telegraph.

"Target kami adalah mendapatkan investor pada laga pertama Premier League musim ini," kata Diamond seperti dikutip Telegraph.

"Salah satu partner kami telah bertemu dengan (Ketua Eksekutif Liverpool) Martin Broughton dan bila kami melanjutkan negosiasi ke tahap berikut, rencana kami adalah membawa serta Tuan Kurdi, investor-investornya, bersama dengan Tom Hicks, George Gillet, dan Martin Broughton untuk mengeksekusi pembelian final, dan Martin (Broughton) bisa menguji (indra penciuman bisnisnya) terhadap kesepakatan itu," tambahnya.

Liverpool berada dalam status krisis akibat beban utang dan kesulitan membayar cicilan kepada kreditor mereka, Royal Bank of Scotland (RBS). Hal ini berkaitan dengan peminjaman uang senilai 237 juta poundsterling yang dilakukan Tom Hicks dan George Gillet ketika mengakuisisi Liverpool, tiga tahun lalu.

Menurut pemberitaan di Inggris, masalah pembayaran membuat denda dan bunga berkembang pesat sehingga utang Liverpool kini mencapai 350 juta poundsterling. Hicks dan Gillet yang sempat ngotot mempertahankan posisi akhirnya memutuskan menjual saham mereka dan memercayakan urusan jual-beli kepada Martin Broughton.

Masalah utang dan minimnya prestasi tak menyurutkan daya tarik ekonomi Liverpool. Itu terlihat dengan banyaknya tawaran yang masuk, dengan Kirdi dan seorang pengusaha asal China, Kenny Huang, sebagai kandidat yang dinilai media-media Inggris paling berpeluang membeli.

Persaingan keduanya pun tak terelakkan. Kirdi disebut siap membayar lebih tinggi dari tawaran Huang. Meski begitu, Huang diberitakan menduduki daftar teratas kandidat investor Liverpool yang disusun Broughton.

Menurut media-media Inggris, meski Huang menawar lebih rendah, ia memiliki kekuatan ekonomi besar yang menjamin stabilitas perekonomian Liverpool dalam jangka panjang. Menurut media-media Inggris, membeli pemain-pemain top seperti Lionel Messi dan membangun stadion baru akan masuk dalam agenda Huang, bila ia berhasil membeli Liverpool. Inilah salah sekian hal yang diyakini oleh media-media Inggris mendorong Kirdi memaksakan percepatan transaksi.  (TEL)