


PARIS, KOMPAS.com - Raymond Domenech terus mendapat tekanan meski ia telah lepas dari jabatan pelatih tim nasional Perancis. Kini muncul wacana untuk mencoretnya dari federasi karena sikapnya yang menolak berjabat tangan dengan Pelatih Afrika Selatan, Carlos Alberto Parreira, di penyisihan grup Piala Dunia 2010.
Domenech sebelumnya menegaskan bahwa ia sengaja bersikap seperti itu karena Parreira pernah berkomentar miring soal handball Thierry Henry pada play-off Piala Dunia lawan Irlandia. Namun, Presiden Liga Profesional Perancis, Frederic Thiriez, justru melihat hal itu sebagai sikap yang mencoreng persepakbolaan Perancis.
"Bagi saya, satu perbuatan sudah cukup untuk menghukumnya (mencoret Domenech), penolakan jabat tangan dengan kolega," kata Thiriez kepada AFP.
"Itu menjadi gambaran negatif dan berbahaya bagi sepak bola Perancis terhadap seluruh dunia dan terutama bagi anak-anak, itu cukup baginya untuk dipecat," tambahnya. "Itu bukan tanggung jawab saya maupun dewan direktur, terserah Presiden FFF, Fernand Duchaussoy, untuk mengambil keputusan sesuai prosedur."
Di turnamen tersebut, Domenech juga terlibat perselisihan dengan pemain-pemainnya, salah satunya Nicolas Anelka. Anelka bahkan sampai menghina Domenech dengan kata-kata kotor dan membuatnya diusir dari skuad "Les Bleus". Pemain lain turut mendukung sikap striker Chelsea itu. Usai Piala Dunia, Domenech dipecat dari jabatan pelatih "Les Bleus" dan digantikan oleh Laurent Blanc.

