Minggu, 27 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Piala Dunia
Gallas: Semuanya Salah Domenech
Laksono Hari W | Kamis, 08 Juli 2010 | 01:17 WIB
|
Share:
AFP/FRANCK FIFE
Pelatih Perancis Raymond Domenech (kiri) dan bek William Gallas.

LONDON, KOMPAS.com - Bek tengah Perancis, William Gallas, menyalahkan mantan pelatih Raymond Domenech atas kegagalan "Les Bleus" di Piala Dunia 2010.

Domenech menjadi sasaran kemarahan setelah Perancis terhenti di fase grup. Domenech juga menimbulkan perpecahan dalam tim, terutama ketika ia beradu mulut dengan striker Nicolas Anelka.

Gallas mengaku bahwa sumber segala kehancuran itu adalah sang pelatih yang tidak becus. "Jika ada kegagalan, pasti ada sebab, dan kami tidak akan menutup mata: itu semua berasal dari pelatih," kata Gallas kepada majalah Les Inrockuptibles.

"Anda bisa memiliki pemain-pemain terbaik dalam tim Anda, tapi Anda tidak punya pelatih, Anda tidak akan memperoleh hasil bagus. Masalah sebenarnya adalah pelatih. Aku tidak bagus, kami tidak bagus, tapi pelatih juga tidak bagus," tambahnya.

Gallas menambahkan, Domenech juga bukan pelatih yang bisa memegang kata-katanya sendiri. Keputusannya juga membuat para pemain kecewa.

"Benar-benar ada masalah dalam komunikasi," ungkap Gallas. "Domenech tidak terbuka. Banyak pemain tidak berbicara kepadanya. Ini jadi masalah bagiku. Domenech seringkali mengatakan kepada kami, 'Buang jauh-jauh egomu.' Tetapi, aku yakin dia lupa melakukannya sendiri."

Hubungan antara Gallas dan Domenech juga mengalami masalah. Gallas pernah menghindari jumpa pers di Piala Dunia karena ia kecewa terhadap keputusan Domenech yang memindahkan ban kapten kepada Patrice Evra. Sebelumnya, jika kapten Thierry Henry absen, Gallas selalu menjadi jenderal di lapangan.

"Aku ingat ketika aku masuk ruang ganti sebelum laga persahabatan lawan Kosta Rika, ban kapten ditempatkan di samping seragam Evra. Domenech bilang kepadaku, 'Dalam segala hal, kamu bukan kapten yang baik'," ungkapnya.

Domenech kini telah lengser dari jabatan pelatih. Tugasnya digantikan oleh Laurent Blanc, yang akan membentuk tim untuk turnamen Piala Eropa 2012. (GRD)