


KOMPAS.com - Afrika Selatan nyaris memenangkan partai pembuka Piala Dunia 2010 di Stadion Soccer City, Johannesburg, Jumat (11/6/10). Seandainya sontekan Katlego Mphela pada menit ke-90 mampu menggetarkan jala Meksiko, maka mereka akan mendulang tiga poin berkat kemenangan 2-1 dalam laga perdana penyisihan Grup A tersebut.
Sayang, bola tidak berhasil melewati garis gawang dan mengoyak jala Oscar Perez. Padahal, pemain bernomor punggung 9 itu sudah mengalahkan dua pemain Meksiko yang mengejarnya ketika menyambut umpan lambung ke dalam kotak penalti, dan tinggal berhadapan dengan Perez.
Rupanya Mphela tak diizinkan mencetak gol, karena bola hasil eksekusi kaki kirinya membentur tiang gawang sebelah kanan dan memantul keluar. Padahal, suporter tuan rumah yang telah membuat stadion berwarna kuning dengan warna kostum mereka, ingin "meruntuhkan" Johannesburg dengan gegap gempita suara tiupan vuvuzela. Skor akhir pun tetap 1-1.
Mphela mungkin menjadi "korban" keadilan Stadion Soccer City. Sebab, sebelum Afsel mendapatkan peluang emas lewat Mphela, gawang mereka juga sudah jebol di babak pertama oleh sontekan Carlos Vela. Namun, wasit membuat keputusan yang sangat kontroversial dengan menganulirnya karena hakim garis mengangkat bendera tanda offside.
Padahal, dari hasil tayang ulang, terlihat dengan sangat jelas bahwa gol Vela pada menit ke-38 itu sah karena ada satu pemain Afsel yang berdiri dekat tiang gawang (tempat di mana bola tembakan Mphela juga mengenai tiang itu). Meskipun kecewa, para pemain Afsel dengan lapang dada menerima keputusan sang pengadil dan terus melanjutkan pertandingan.
Sepanjang babak pertama, Afsel terus mendapatkan tekanan dari Meksiko, yang bermain sangat agresif. Beruntung, penampilan impresif penjaga gawang Itumeleng Khune membuat sejumlah peluang Meksiko yang dihasilkan Giovani Dos Santos dan kawan-kawan tidak menghasilkan gol.
Malah pada babak kedua, tepatnya menit ke-55, tuan rumah unggul lebih dulu lewat gol indah Siphiwe Tshabalala. Mendapat umpan lambung dari Teko Modise, winger kiri ini melepaskan tendangan keras dan bola melesak ke sisi kiri atas gawang tanpa bisa dihalau Perez. Tiupan vuvuzela pun membahana seperti akan merobohkan stadion.
Namun, kerja keras dan semangat pantang menyerah Meksiko membuat mereka bisa menyamakan kedudukan pada menit ke-79. Marquez, yang melakukan overlaping hingga ke dalam kotak penalti, dengan sempurna mengontrol bola umpan lambung Andres Guardado, dan memperdaya Khune untuk mengoyak jala tuan rumah, sehingga skor berubah sama kuat 1-1.


