Minggu, 27 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Liverpool Tolak Dua Investor Potensial
Tjatur Wiharyo | Rabu, 09 Juni 2010 | 02:58 WIB
|
Share:
AFP/PAUL ELLIS
Pemilik Liverpool, Tom Hicks & George Gillet.

TERKAIT

LIVERPOOL, KOMPAS.com - Daily Mirror memberitakan, pemilik Liverpool, Tom Hicks, menolak menjual klub kepada dua calon investor potensial karena menilai tawaran mereka terlalu rendah. Padahal, menurut Daily Mirror, permintaan harga Hicks-lah yang terlalu tinggi dan tak masuk akal.

Liverpool dalam status dijual karena terbebani utang sebesar 237 juta poundsterling atau sekiatr Rp 3,1 triliun dan kesulitan melunasinya. Masalah Hicks dan pemilik Liverpool lain, George Gillet, melimpahkan urusan jual beli kepada Barclays Capital.

Sumber Daily Mirror di Barclays Capital, mengatakan, kedua investor itu berasal dari Timur Tengah dan Amerika Serikat (AS). Kedua investor disebut itu memiliki uang, keinginan memajukan Liverpool, dan, yang terpenting, melunasi utang klub.

Menurut pemberitaan di Inggris, nilai potensial Liverpool tak melebihi 400 juta poundsterling atau sekitar Rp 5,3 triliun. Namun, menurut sumber itu, Hicks mengajukan harga sebesar 800 juta poundsterling atau sekitar Rp 10,6 triliun. Karena para investor itu enggan memenuhi permintaan harga itu, Hicks membatalkan negosiasi.

"Kami mendapatkan lebih dari satu investor yang sangat baik, yang memiliki kekayaan dan tak takut mengeluarkan beberapa ratus juta. Namun, mereka tak ingin melanjutkan negosiasi, karena mereka tahu, harga yang diminta tak masuk akal," ungkap sumber tersebut.

Sementara itu, kreditor Liverpool, Royal Bank of Scotland (RBS) dikatakan telah memperpanjang tenggat pembayaran cicilan utang sampai 12 ke depan. Meski begitu, bila gagal mendapatkan investor sampai musim 2010-2011 bergulir, Liverpool bakal kesulitan mengoperasikan klub dan ini menempatkan klub dalam bahaya lebih besar, yaitu penjualan aset, termasuk pemain top.

RBS sendiri diberitakan frustrasi karena Hicks dan Gillet tampak mempersulit proses pelepasan kepemilikan mereka. Jika dalam beberapa bulan ke depan ada calon investor baru dan Hicks-Gillet kembali mempersulit proses jual-beli, RBS disebut akan memberikan ultimatum kepada mereka berdua. (MIR)